Sawahlunto

Penyebar Fitnah Keluarga Deri Asta dan Penambang Batubara, Menangis Minta Maaf

Warta Andalas | Kamis, 18 Januari 2018 - 20:07:12 WIB | dibaca: 1375 pembaca

WARTA ANDALAS, SAWAHLUNTO – Josumanto, warga Silungkang kecamatan Silungkang kota Sawahlunto Sumatera Barat, pelaku fitnah pada keluarga Deri Asta yang kini menjadi bakal calon Walikota Sawahluto pada ajang Pilkada mendatang, tampak tertunduk dengan mata berkaca-kaca dan tak kuasa menahan air mata, saat dipertemukan dengan pihak keluarga Deri Ata di Mapolres setempat, Kamis (18/1).

Sebelumnya, Jusmanto alias Joy diciduk Polisi di rumah istrinya wilayah Solok, setelah dilaporkan oleh keluarga besar Deri Asta pada tanggal 20 Desember yang lalu, terkait status di jejaring social Faceebook yang menyebutkan bahwa keluarga Deri Ata merupakan pemakai Narkoba.

Tak hanya itu, dalam akun Facebook bernama Syaifudin Harum miliknya itu, Joy juga menulis kalimat yang menyudutkan BNN Sawahlunto dengan mengatakan bahwa BNN Sawahlunto gampang “disetel” oleh pengusaha tambang batubara.

Dihadapan Kasat Reskrim Iptu. Ardiansyah Rolindo Saputra, Kabag Ops AKP. Perial dan Kanit II  Reskrim Polres Sawahlunto, IPDA  Johannes Bregas serta keluarga Deri Asta yang dihadiri Doni Asta dan Nedi Asta serta pengusaha tambang yang diwakili Jhon Refelita atau yang akrab disapa Jhon BMK dan juga belasan wartawan yang hadir saat itu, Joy yang didampingi istri dan anaknya menyatakan permohonan maafnya sambil berurai air mata dan menyatakan sangat menyesali perbuatannya.

Dengan kalimat terbata-bata, Joy juga berjanji untuktidak mengulangi lagi perbuatan tersebut. Hal senada juga disampaikan istri Joy, saat diberikan kesempatan untuk turut berbicara.

"Saya mengaku bersalah telah menyebar fitnah. Saya memohon agar di maafkan," ujar Joy, singkat berurai airmata.

Menanggapi hal itu, keluarga Deri Asta diwakili Nedi Asta menyatakan memberikan maaf secara iklhlas, dan bersedia mencabut laporan polisi dan meminta agar Josumanto tidak lagi mengulangi perbuatannya dan menghapus semua akun Facebook yang digunakan untuk menyebar fitnah.

" Kami iklash memaafkan dan bersedia mencabut laporan," ujar Nedi Asta.

Begitu juga dengan Jon Reflita mewakili pengusaha tambang lainnya juga menerima permintaan maaf Josumanto.

"Kami menerima permintaan maaf Josumanto. Semoga ini menjadi jembatan silahturahmi. Jangan sampai silaturrahmi ini putus, dan kedepan dapat menjadi saudara. Secara ikhlas, kami telah memaafkan dari hati yang paling dalam,” sebut pria yang juga merupakan Ketua DPC Perindo Sawahlunto ini. 

Dalam kesempatan tersebut, pihak kepolisian mengatakan bahwa
dari hasil pemeriksaan, tidak ada salahsatu pihak kandidat atau tim pengusung yang menyuruh Joy dalam hal ini. Joy menulis status tersebut atas kemauannya sendiri. 

“Jadi dalam hal ini tidak ada intervensi. Bahkan, sebelumnya Joy  tidak mengenal pelapor,” terangnya.

Namun demikian, lanjut dia, dalam hal ini ada dua laporan yang  salahsatunya dari pihak BNN yang masih dalam proses penyelidikan dan proses hukum tetap berjalan.

Lebih jauh, melalui rekan-rekan media yang hadir, pihak kepolisian juga meminta agar dapat turut membantu mensosialisasikan ketengah masyarakat agar tidak main-main dan menggunakan medsos secara arif, sehingga tidak berurusan dengan hukum.

Dalam pertemuan tersebut, diakhiri dengan saling bermaafan dan berjabat tangan. (Ince/tim)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)