Purbalingga

Pentingnya Hidup Sehat Digelorakan Saat HKN 54

Warta Andalas | Senin, 12 November 2018 - 10:05:48 WIB | dibaca: 129 pembaca

WARTA ANDALA,S PURBALINGGA - Pentingnya hidup sehat digelorakan saat upacara Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 54 di  halaman Pendapa Dipokusumo Purbalingga, Senin (12/11). Ajakan hidup sehat tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Purbalingga, Wahyu Kontardi yang membacakan sambutan menteri Kesehatan RI Nila F. Moeloek dihadapan para ASN (Aparatur Sipil Negara) lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga.

Dia mengatakan, tema HKN ke 54 yaitu “Aku Cinta Sehat” dan mengambil subtema “ ayo hidup sehat, mulai dari kita” itu sejalan dengan gerakan nasional Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang memang sedang digalakan oleh pemerintah pusat. Menurutnya, kesadaran hidup sehat harus dimulai dari setiap individu agar perilaku hidup sehat juga menyebar di tengah masyarakat.

“Kesadaran hidup sehat harus dimulai dari setiap individu agar bisa tercipta perilaku hidup sehat di tengah masyarakat,” katanya.

Dia menambahkan, HKN menjadi momentum yang baik untuk mengingatkan semua orang tentang derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya agar terwujud.  Hal itu bisa tercapai apabila semua pihak berperan dalam upaya promotive-preventif tanpa mengabaikan kuratif dan rehabilitative. “Derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya akan terwujud apabila semua pihak berperan aktif melakukan hal yang semestinya,” imbuhnya.

Dalam sambutan itu disampaikan pula capaian pemerintahan Jokowi-JK yang telah melakukan pembangunan signifikan di bidang kesehatan. Hal tersebut dapat direfleksikan melalui hasil-hasil pembangunan kesehatan yang meliputi upaya mendekatkan akses pelayanan kesehatan dan peningkatan mutu layanan. Dalam kaitan peran pemerintah untuk mendekatkan akses pelayanan kesehatan melalui perlindungan finansial telah dibayarkan iuran bagi penerima bantuan Iuran (PBI) yakni 87,8 juta jiwa pada tahun 2015 menjadi 92,3 juta jiwa. Fasilitas kesehatan tingkat pertama yang menerima layanan JKN dari 19.969 tahun 2015 menjadi 21.763 pada tahun 2017. Untuk fasilitas tingkat lanjutan juga mengalami peningkatan dari 1.847 faskes pada tahun 2015 menjadi 2.292 pada tahun 2017.

“Kita patut bersyukur pemerintahan Jokowi-JK yang berumur 4 tahun ini mampu mendekatkan pelayanan kesehatan pada masyarakat,” ujarnya.

Walaupun demikian masih ada tantangan tentang kesehatan yang dihadapi Indonesia seperti kekurangan gizi pada balita, kematian pada ibu, penyakit menular dan penyakit tidak menular. Dirinya meminta kepada dinas terkait khususnya Puskesmas yang langsung berhadapan dengan masyarakat untuk bekerja lebih optimal lagi menghadapi tantangan tersebut.

“Saya mengimbau kepada Puskesmas di seluruh Indonesia untuk bekerja lebih optimal lagi menhadapi tantangan itu,” pungkasnya. (KP-4)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)