Bireuen

Pengungsi Rohingya Ditampung Sementara Sudah Delapan Bulan Belum Dipindahkan

Warta Andalas | Senin, 17 Desember 2018 - 12:14:49 WIB | dibaca: 270 pembaca

WARTA ANDALAS, BIREUEN – Sudah delapan bulan pengungsi Rohingya ditampung di Satuan Pendidikan Non Fornal , akan tetapi sudah delapan bulan belum juga dipindahkan padahal sudah sejak April lalu ditempatkan di SPNF Cotgapu Bireuen.

 Sebanyak 79 pengungsi Rohingya dari Myanmar yang ditampung sementara akibat terdampar di perairan pesisir Kuala Raja Bireuen Aceh pada April 2018 lalu hingga kini belum dipindahkan sehingga selain prosesi pelaksaanaan kegiatan prosesi pembelajaran anak-anak Satuan Pendidiakan Non Formal (SPNF) dan perkantoran Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga ( Disdikpora) terganggu juga membuat pusing Pemkab Bireuen memikirkan kebutuhan anggran sedtiap bulannya.

Pengungsi Rohingya dari Myanmar itu sudah lebih 8 bulan ditampung Pemerintah Kabupaten Bireuen,melalui Dinas Sosial disalah satu gedung pemerintahaan Satuan Pendidikan Non Formal (PNF) di Cotgapu Bireuen belum dipindahkan.

Akibat mereka belum dipindahkan sebagaimana janji Imigran dan IOM serta Pemerintah Pusat, mereka kini kurang fasilitas baik sarana tiduran maupun makanan karena Pemkab Bireuen sudah tidak ada biaya.

Saat ini mereka sangat memprihatinkan karena prosesi pelaksanaan kehidupannya termasul tidur mereka di ruang terbuka beralas tikar. Pun demikian Pemerintah Kabupaten Bireuen sudah berupaya keras memberikan yang terbaik untuk mereka demi tanggung jawab kemanusiaan.

Sekretaris Dinsos Aceh Evi Riansyah  didampingi Kadinsos Kabupaten Bireuen, Drs.Murdani menyampaikan bahwa, Pemerintah Kabupaten Bireuen,telah terbeban menanggung biaya yang tidak kurang dari Rp 100 juta perbulan dengan rinciannya untuk makan mereka minimal Rp 3 juta per hari, biaya air dan listrik rata-rata setiap bulannya mencapai Rp 5-6 juta, belum lagi untuk kebutuhan lainnya termasuk untuk biaya kesehatan dan para petugas di lapangan.

Dengan kondisi tersebut sebenarnya memberatkan Pemerintah Aceh dan Pemerintah kabupaten Bireuen secara anggaran maupun moral sebab tidak ada angaran kusus untuk kepentingan ini apalagi pihaknya saat ini dilanda musibah banjir.

Menurut Drs.Murdani seharusnya yang bertanggungjawab adalah Pemerintah Pusat Dan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Sosial, Kementerian Hukum dan HAM, serta Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan sesuai dengan  Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 125 Tahun 2016, Tentang Penanganan Pengungsi Dari Luar Negeri , Pasal 2 (1) Penanganan Pengungsi dilakukan berdasarkan kerja sama antara pemerintah pusat dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui Komisariat Tinggi Urusan Pengungsi di Indonesia dan/atau organisasi internasional.

Disebutkan, Organisasi internasional sebagaimana dimaksud pada ayat 1 merupakan organisasi internasional dibidang urusan migrasi atau di bidang kemanusiaan yang memiliki perjanjian dengan pemerintah pusat.

Pasal  3 penanganan pengungsi dengan memperhatikan ketentuan internasional yang berlaku umum dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pasal 4
ayat 1 Penanganan Pengungsi dikoordinasikan oleh Menteri.

Terkait dengan keberadaan 79 orang pengungsi rohingya di Kabupaten Bireuen, Dinas Sosial Aceh dan Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah sudah menyurati langsung pihak kementerian, tetapi surat itu
dikatakan belum direspon hingga hari ini, seolah - olah mereka lari dari tanggung jawab.


Sementara sekretaris Dinas Sosial Aceh  Evi Riansyah sangat menyayangkan ketidakperdulian seperti ini sebab dalam aturan penanganan masyarakat luar negeri yang terdampar di suatu negara seperti warga Rohingya yang terdampar diAceh, kita pemerintah Aceh , Kabupaten /Kota sebenarnya tidak punya kewenangan apapun .

Disebutkan, penanganan para pengungsi seperti Rohingya yang terdampar di pesisir pantai Kuala Raja Bireuen . Namun mereka dibiayai oleh Pemerintah Pusat apalagi Bireuen dan bahkan Pemerintah Acewh tidak ada dana khusus untuk pembiayaan makan dan kebutuhan mereka lainnya hanya saja karena tuntutan kemanusiaan ( SA)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)