Lintas Provinsi

Pengcab NU Maros Gelar Pelatihan Pemuda Pelopor

Warta Andalas | Selasa, 05 Desember 2017 - 16:50:43 WIB | dibaca: 59 pembaca

WARTA ANDALAS, MAROS - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Maros menggelar fasilitasi Pelatihan Pemuda Pelopor Tahun 2017 di Aula Depag Lama, Kabupaten Maros, selasa, (05/12/2017).

Pelatihan ini mengangkat tema “Revitalisasi Peran dan Fungsi Masjid Sebagai Benteng Kedaulatan dan Pemakmuran NKRI” digelar berkat kerjasama Lembaga Takmir Masjid PBNU dan Kementerian Pemuda dan Olah Raga RI.

Ketua PCNU Kabupaten Maros, A. Mannan Hasan mengapresiasi kegiatan ini karena menjadikan Kabupaten Maros sebagai salah satu Kabupaten di Sulsel yang ditunjuk menjadi tempat pelatihan pelatihan pemuda pelopor tahun 2017.

Harapan kita di NU Maros, peserta memahami konsep dan revitalisasi peran dan fungsi masjid sebagai benteng kedaulatan dan kemakmuran NKRI, sehingga bisa diaplikasikan di masjid-masjid yang ada disekeliling kita, lanjut A. Mannan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Maros, Syamsuddin B, Wakil Sekertaris PW NU Sulsel, Hasid Hasan Palogai, Sekertaris Lembaga Takmir Masjid PBNU, KH. Ibnu Hazein.

Sekertaris Lembaga Takmir Masjid Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LTM-PBNU), KH. Ibnu Hazein dalam paparan materinya menyampaikan bahwa zaman kejayaan Islam itu sekitar 750 M – 1258 M, adalah masa ketika para filusuf, ilmuwan dan insinyur di dunia islam menghasilkan banyak kontribusi terhadap perkembangan teknologi dan kebudayaan.

Masa kejayaan Islam itu ada dimasa kekhalifaan Bani Abbasyiah, tepatnya dibawah pemerintahan Khalifah Al-Ma’mun ar-Rasyid. Al Ma’mun telah disebut mampu membawa islam dekat dengan sains untuk pertama kalinya, lanjut Kiyai Ibnu.

Khalifah Al-Ma’mun inilah pelopor kemajuan sains islam. Hal ini terbukti ketika meraih kemenangan perang di Byzantium, khalifah Al-Ma’mun meminta ganti rugi perang bukan berupa emas melainkan salinan buku astronomi karya Ptolemeus yang berjudul Almagest, tambahnya.

Masjid adalah tempat berkomunikasi dengan khalik, menyebarkan risalah islam, dan tempat perjuangan mewujudkan rahmatan lil alamin, tandasnya.

Pemuda harus menjadi garda terdepan upaya memakmurkan masjid, kemakmuran masjid bukan hanya dalam persfektif ibadah mahdoh saja, namun juga ghairu mahdoh dalam persfektif pemberdayaan kehidupan masyarakat, tutupnya. (abr)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)