Opini

Pendidikan Karakter Atau Budi Pekerti

Warta Andalas | Sabtu, 17 Desember 2016 - 08:28:59 WIB | dibaca: 467 pembaca

Saat ini kita sedang mengalami masalah sosial yang amat kronis. Sebagian besar pelajar dan masyarakat kita tercabut dari peradapan ketimuran yang beradab, santun dan beragama. Akhlak dan budi pekerti aatu karakter dari para pelajar dan masyarakat saat ini sangatlah memprihatinkan yang timbul oleh kondusi atau tidak adanya pendidikan akhlak dan budi pekerti yang kita dapatkan, baik dari lingkungan keluarga maupun masyarakat.Untuk merespon gejala kemerosotan akhlak dan budi pekerti, maka diperlukan adanya peningkatan dan intensitas pelaksanaan pendidikan moral secara keseluruhan, baik di lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat.

Peranan Guru sebagai pentransfer ilmu sangatlah penting, seorang guru tidak hanya memberikan pendidikan itu dalam bentuk materi-materi saja, tetapi lebih dari itu harus dapat menyentuh sisi tauladannya. Sebab perilaku seorang gurulah yang pertama-tama dilihat siswanya. Seorang guru selain memberikan pendidikan yang bersifat materi pelajaran  juga harus memberikan contoh yang baik dalam sosialisasi kehidupan. Bagaimana murid akan berperilaku sesuai dengan yang diajarkan oleh gurunya, jika gurunya sendiri tidak pernah memberikan contoh yang baik terhadap anak didiknya.

Sejak usia dini hingga dewasa anak manusia sebaiknya telah memiliki modal budi pekerti, sehingga kita dapat membangun hari depannya menjadikannya sebagai manusia seutuhnya.pendidikan budi pekerti ditanam oleh orang tua dan keluerga di rumah, kemudian sekolah, dan tentu saja dimasyarakat secara langsung.

Moral merupakan nilai tentang baik buruknya kelakuan manusia. Oleh karena itu moral berkaitan dengan nilai terutama nilai afektif.

Perilaku serta budi pekerti dari para pelajar atau remaja saat ini sangatlah memprihatinkan, tingkah laku dari seorang siswa kini sudah jarang mencerminkan sebagai seorang pelajar. Diantara mereka cenderung bertutur kata yang kurang baik, terkadang mereka bertingkah laku tidak sopan dan tidak lagi patuh terhadap orang tua maupun terhadap gurunya. Hal ini tentu saja dipengaruhi oleh kondusif tidaknya pendidikan budi pekerti yang mereka dapatkan, baik dari lingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat.

Keluarga sebagai lingkungan pertama tentu saja memiliki factor yang penting dalam membentuk pola perilaku seorang anak. Dalam hal ini diantaranya melalui perhatian, kasih sayang serta penerapan budi pekerti yang baik dari orang tua terhadap anaknya. Terlepas dari itu peran sekolah sebagai wahana dalam penyampaian pengajaran dan pendidikan turut mempengaruhi pula tingkat perkembangan budi pekerti seorang anak.

Untuk meningkatkan akhlak dan budi pekerti ( karakter ) dari kemajuan zaman yang sangat pesat saat ini, agar menjadi tanggung jawab semua elemen masyarakat, dimulai dari pendidikan dini di lingkungan keluarga, pendidikan di lingkungan sekolah, dan masyarakat yang saling menunjang satu sama lain.

Akhlak dan Budi Pekerti

 Pengertian Akhlak

Akhlak adalah segala perbuatan manusia yang dapat dinilai baik maupun buruk. Secara garis besar, akhlak dapat dikelompokkan menjadi 3, yaitu :

a)      Akhlak terhadap diri sendiri

Adapun akhlak atau perilaku terpuji antara lain :

1.Jujur  2.Percaya diri  3.Ramah dan sopan 4.Bekerja keras dan disiplin 5.Ikhlas 

Pengertian Budi Pekerti

Budi pekerti adalah perpaduan dari hasil pemikiran dan rasa yang diwujudkan dalam suatu tindakan atau tingkah laku manusia.

Faktor Pembentuk Akhlak dan Budi Pekerti

a)     Faktor formal

Faktor pembentuk akhlak dan budi pekerti secara formal, dapat diperoleh di sekolah dan lembaga pendidikan.

b)    Faktor informal (keluarga dan lingkungan)

Keluarga bisa dibilang sebagai “jalan tol” untuk membentuk akhlak dan budi pekerti anak. Melalui pendidikan akhlak dan budi pekerti yang berbasis keluarga (informal), anak akan makin sadar terhadap kehadiran dirinya di dunia. Dalam keluarga dan lingkungan sekitar yang normal (harmonis), anak akan cenderung berakhlak dan berbudi pekerti baik. Sebaliknya, pada anak yang tumbuh dalam keluarga yang kurang harmonis, pembentukan akhlak dan budi pekertinya kurang maksimal.

Menjunjung Tinggi Nilai Kemanusiaan

Mengakui Persamaan Derajat

Kita idak boleh membeda-bedakan antara golongan yang satu dengan golongan yang lain, agama

yang satu dengan agama yang lain, suku yang satu dengan suku yang lain, dan sebagainya.

Apabila  kita tidak mengakui persamaan derajat antar sesama manusia, maka yang timbul adalah

kelompok-kelompok dalam masyarakat yang mengutamakan kepentingan sendiri.

Saling Menghormati dan Mencintai Sesama Manusia

Sebagai makhluk yang mulia, manusia harus senantiasa menghormati dan mencintai orang lain. Hal

tersebut dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti :

a)    Hormat Kepada Orang Tua

Tanpa adanya orang tua, kita tidak akan lahir di dunia ini. tanpa kita sadari, orang tua mengasuh kita

sejak bayi sampai kita dewasa tanpa pamrih. Mereka tidak mengharapkan timbal balik dari kita.

Contoh-contoh wujud berbakti kepada orang tua, antara lain :

1)      Taat kepada perintah orang tua.

2)      Tidak boleh menyinggung dan menyakiti hati orang tua.

3)      Berbicara sopan kepada orang tua.

b)    Hormat Kepada Guru

Selain mempunyai orang tua di rumah, kita juga memiliki orang tua di sekolah, yaitu guru. Mereka membimbing kita dalam belajar sehingga kita menjadi pandai. Di sekolah, para guru memberikan pelajaran dengan sabar supaya kelak kita bisa mempraktikkan ilmu yang mereka berikan dimasa yang akan datang.

Contoh-contoh perwujudan hormat kepada guru antara lain sebagai berikut :

1.Taat kepada perintah guru. 2.Mematuhi tata tertib di sekolah. 3Tidak boleh bergurau saat belajar.

c)     Hormat Kepada Sesama

Dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak dapat hidup sendiri tanpa adanya keberadaan orang lain di sekitar kita. Kita harus senantiasa menjaga bahwa hubungan kita dengan yang lain harus terjalin dengan baik. Hubungan baik ini bisa terwujud apabila adanya perasaan saling menghargai, menghormati, dan mencintai sesama.   ( bersambung )





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)