Opini

Oleh: Esvidel Syukur

Pendidikan Karakter Atau Budi Pekerti (Bagian II)

Warta Andalas | Minggu, 18 Desember 2016 - 22:09:37 WIB | dibaca: 194 pembaca

d)     Mengembangkan Sikap Tenggang Rasa

Tenggang rasa adalah menghargai dan menghormati perasaan orang lain. Selain itu, tenggang rasa juga bisa diartikan menjaga perasaan orang lain sehingga tidak menyinggung perasaan orang lain tersebut.

Adapun sifat-sifat terpuji itu adalah antara lain :

1)      Saling mengenal

2)      Saling menolong

3)      Toleransi

4)      Adil

Adapun contoh-contoh sikap yang mencerminkan tenggang rasa antara lain :

1)      Tenggang rasa dalam keluarga

a.       Mencintai dan menyayangi sesama anggota keluarga.

b.      Bersama-sama saudara yang lain membantu meringankan beban orang tua.

2)      Tenggang rasa di sekolah

a.       Tidak sombong

b.      Bergaul tanpa membeda-bedakan teman.

3)      Tenggang rasa di masyarakat

a.       Saling menghormati dan menghargai antar tetangga.

b.      Tidak mengganggu ketenangan di lingkungan sekitar.

4.      Menghormati Pendapat Orang Lain

Tanpa kita sadari, terkadang dalam suatu obrolan atau percakapan kita mempunyai pendapat yang berbeda dengan pendapat orang lain. Apabila masing-masing tidak mau menghargai pendapat orang lain, maka yang terjadi adalah saling mempertahankan pendapatnya masing-masing yang nantinya akan berujung pada pertengkaran / permusuhan.

Melaksanakan Prinsip-prinsip Musyawarah Dalam Berbagai Kehidupan

Yang perlu diketahui dalam setiap pengambilan keputusan dalam suatu musyawarah adalah :

a)      Tidak boleh memaksakan suatu pendapat kepada orang lain.

b)      Memusyawarahkan untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.

c)      Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah.

d)     Mengutamakan kepentingan bersama diatas kepentingan pribadi.

Berikut ini merupakan contoh-contoh pelaksanaan musyawarah untuk mencapai mufakat dalam lingkup keluarga, sekolah, dan masyarakat.

a)      Pembagian tugas membersihkan rumah diantara anggota keluarga.

b)      Pemilihan pengurus kelas.

c)      Pemilihan pengurus OSIS.

d)     Pemilihan pengurus RT/RW.

 

 Mengutamakan Kepentingan Bersama Diatas Kepentingan Pribadi

Seringkali kita menjumpai kepentingan pribadi kita bertolak belakang dengan kepentingan umum. Sebagai warga negara yang baik, kita hendaknya bisa menentukan sikap, bisa memilah dan memilih bahwa bagaimanapun juga kita harus mengutamakan kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi/golongan.

Pentingnya Rasa Hormat dan Tanggung Jawab

Dalam mengarugi kehidupan masyarakat di era demokratisasi sekarang ini, adalah tugas kita semua untuk memikirkan, memahami, dan menghayati diri serta lingkungannya untuk sebuah kehidupan yang sangat beragam.Akhlak bertanggung jawab merupakan tindak lanjut dari adanya rasa menghormati. Sebagai contoh, jika kita menganggap gagasan seseorang bernilai, berarti kita harus mempunyai rasa tanggung jawab untuk membantu memberikan suatu solusi terhadap gagasan orang tersebut.

5.     Mengembangkan Jiwa Sosial

Pendidikan akhlak dan budi pekerti yang baik yang menyangkut masalah sosial bisa ditanamkan sejak dini dengan pengawasan dari keluarga dan lingkungan. Hal ini diharapkan dapat mengembangkan jiwa sosial kita dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Menjunjung Tinggi Nilai Keadilan

Adil bisa diartikan sebagai seimbang. Seimbang dalam arti pembagian antara hak dan kewajiban, seimbang dalam memberikan sesuatu kepada orang lain, sehingga dapat mengurangi atau menghilangkan rasa iri/dengki yang bisa saja muncul akibat dari adanya ketidakadilan. Berikut ini contoh-contoh perilaku adil dalam kehidupan sehari-hari.

a)      Orang tua memberikan uang saku kepada anak-anaknya sesuai dengan tingkat kebutuhannya.

b)      Memberikan bantuan kepada orang yang lebih membutuhkan.

c)      Menolong orang yang sedang dilanda bencana.

 Suka Bekerja Keras

Bekerja keras berarti berusaha dan melakukan pekerjaan dengan sungguh-sungguh dan tidak mudah putus asa hingga dapat mencapai cita-cita yang kita harapkan. Atau dengan kata lain bekerja keras dapat diartikan sebagai bekerja dengan mengerahkan segala kemampuan, tenaga, dan pikiran untuk mencapai hasil yang diinginkan.Orang yang suka bekerja keras adalah orang yang suka memanfaatkan potensi yang dimilikinya (tenaga, waktu, pikiran, dan dana) secara efisien dan efektif sehingga dapat mencapai cita-citanya. Semua hasil yang diperoleh dari kerja keras tidak akan ada artinya apabila tidak diimbangi dengan penerapan pola hidup sederhana.

Bekerjasama dan Tolong Menolong Antarsesama

Salah satu cara untuk meningkatkan kebersamaan dan tolong menolong antar sesama dapat dilakukan dengan cara gotong royong. Gotong royong berarti bekerja sama, bantu membantu, dan tolong menolong. Semua pekerjaan yang dikerjakan bersama-sama akan lebih cepat selesai dan pekerjaan yang berat terasa lebih ringan. Melalui gotong royong akan terbina semangat kekeluargaan yang lebih erat.

Berikut ini merupakan contoh-contoh aktivitas yang berkaitan erat dengan semangat bekerja sama dan tolong menolong antarsesama :

a)      Di lingkungan keluarga

1)      Bekerja sama dalam membersihkan rumah.

2)      Bekerja sama dalam meringankan beban orang tua.

b)      Di lingkungan sekolah

1)      Membentuk kelompok belajar dengan teman sekolah.

2)      Menjenguk teman yang sakit.

c)      Di lingkungan masyarakat

1)      Gotong royong membersihkan lingkungan sekitar.

2)      Gotong royong membuat saluran irigasi.

Semoga bermanfaat





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)