Lintas Provinsi

Pendeta HKBP Juniper Damanik Meninggal dalam Tugas Gereja, BPJS Cairkan Rp.115.7 Juta

Warta Andalas | Rabu, 14 Juni 2017 - 19:55:50 WIB | dibaca: 7688 pembaca

WARTA ANDALAS, MEDAN - Pembayaran klaim jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian dan Jaminan Hari Tua  kepada peserta dari kalangan rohaniwan HKBP terus mengalir.

Bertempat di HKBP Menteng Medan, senin (12/6/2017), BPJS Ketenagakerjaan kembali membayarkan santunan kematian hamba Tuhan kepada keluarga almarhum Pendeta Juniper Damanik.

Pendeta yang melayani di HKBP Bethesda Medan diketahui meninggal dunia beberapa waktu lalu saat  mengikuti perayaan hari raya Paskah HKBP se-Distrik X Medan Aceh bertempat di HKBP Menteng . 

Kariani Butar butar, istri Pendeta Juniper Damanik  STh didampingi Praeses HKBP Distrik X Medan Aceh Pendeta Sunggul Sirait STh, MM dengan nada terbata bata mengucapkan terimakasih atas kecepatan dan ketepatan pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Medan Kota. 

“Awalnya seperti main main saja, karena saya amati, Bapak selalu rajin membayar iuran bulanan tepat , meskipun cukup kecil. Saya tak sangka bakal begini ceritanya. Tapi ini lah program pemerintah yang luar biasa. Saya harap, kita semua segera mendaftar BPJS Ketenagakerjaan,” tutup Kariani saat acara konven pendeta Distrik X  Medan Aceh,. 

Kepala Kantor Cabang Medan Kota Drs. Bambang Utama MM secara terpisah  menyebutkan, kasus yang dialami Pendeta Damanik termasuk kategori kasus kecelakaan kerja  karena meninggal dunia saat bertugas dan berhak memperoleh 48 kali upah.

“Kami berharap seluruh rohaniwan di Kota Medan dapat mendaftar BPJS Ketenagakerjaan, karena BPJS Ketenagakerjaan siap memberikan pelayanan seoptimal mungkin,” katanya dihubungi terpisah.

Santunan kecelakaan kerja diserahkan Kepala Bidang Pemasaran BPJS Ketenagakerjaan Medan Kota Armada Kaban didampingi Kepala Kantor Cabang Perintis BPJS Ketenagakerjaan Karo Kabanjahe Sanco Simanullang.

Santunan yang diberikan, sebesar Rp. 105.576.000, terdiri dari Biaya Pemakaman Rp 3.000.000, santunan berkala sebesar Rp 4.800.000 dan santunan kematian Rp. 97.776.000. Kemudian ditambah Jaminan Hari Tua  sebesar Rp 10.184.039.

“Total penerimaan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Hari Tua mencapai Rp 115.760.039,” jelas Armada Kaban .

Sementara itu Kepala Kantor Cabang Perintis BPJS Ketenagakerjaan Karo Kabanjahe Sanco Simanullang menyebutkan, iuran BPJS Ketenagakerjaan relatif kecil namun manfaatnya cukup besar.

Disebutkan, bila upah sebesar UMP Sumut Rp. 1.961.354,  maka  jumlah iuran 4 program adalah Rp 181.229  (9.24% upah), dengan rincian, iuran JKK Rp. 4.707 (0.24 % upah), JKM Rp 5.884 (0.3 % upah), JHT Rp 111.797 (5,7 %  upah) dan JP Rp. 58.841 (3% upah).

“Jika meninggal bukan kecelakaan akan mendapatkan 24 Juta. Kalau Kecelakaan Kerja 48 kali upah. Kalau putus hubungan kerja, bisa mencairkan Jaminan Hari Tua dan kalau pensiun dengan masa pembayaran iuran 15 tahun, akan mendapatkan penisun bulanan seumur hidup,” tukas Manullang dalam keterangan tertulis, Rabu (14/6/2017).

Ajak 

Praeses HKBP Distrik X Pendeta Sunggul Sirait STh, MM pada kesempatan tersebut mengajak seluru pelayan terutama full timer (pelayan penuh waktu) di Distrik X Medan Aceh untuk segera ikut program jaminan sosial ketenagakerjaan.

"Kita telah menyaksikan penyerahan santunan kecelakaan kerja kepada keluarga Pendeta Juniper Damanik. Penyerahan ini merupakan bukti nyata, komitmen pelayanan BPJS Ketenagakerjaan kepada pesertanya. Pada kesempatan ini kami mengajak seluruh pelayan full timer segera mendaftar," ungkap Praeses. 

Disebutkan, pada bulan November 2017 akan dilaksanakan pertemuan para pendeta (Sinode).  Untuk itu, Distrik X Medan Aceh akan membahas hal ini dalam pertemuan mingguan untuk selanjutnya dijadikan sebagai salah satu usulan dalam sinode.

“Kunci kesuksesan pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan saya kira ada di Pendeta resort. Maka kami di  distrik akan mendorong seluruh pendeta resort. Rencana kita , seluruh Sintua dan Full Timer Se Distrik juga akan di daftar tahap pertama. Tahap selanjutnya ditularkan kepada jemaat,” katanya

Diungkapkan Pendeta Sirait, sama halnya program BPJS Kesehatan bagi para Pendeta yang sudah ditampung dalam regulasi Kantor Pusat HKBP,  maka program BPJS Ketenagakerjaan diharapkan menjadi salah satu hak yang harus melekat bagi pendeta.

“Saya minta BPJS Ketenagakerjaan hadir pada pertemuan Distrik senin mendatang, guna membahas hal teknis. Misalnya, pembahasan iuran, kalau bisa dipotong dari dari sipalas roha yang diterima tiap tahun, langsung bayar setahun, jadi tidak lagi setoran bulanan agar tidak ribet. Waktu kami di Samosir bisa dilakukan , kenapa di Medan tidak,” tutup Pendeta Sirait. (san)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)