Dharmasraya

Penambangan Sirtukil Liar, Marak di Dharmasraya

Warta Andalas | Senin, 21 November 2016 - 10:31:33 WIB | dibaca: 857 pembaca

WARTA ANDALAS, DHARMASRAYA - Sepertinya, pihak managemen PT. Citra Hokiana Tridharma yang melakukan jenis usaha batcing plant dan tambangan batuan diduga tanpa izin, berlokasi di depan Undhari kenagarian Koto Padang kecamatan Koto Baru kabupaten Dharmasraya, tidak mengindahkan surat edaran bupati tentang pemberhentian kegiatan tersebut.

Parahnya, meskipun tidak mengantongin izin, namun PT. Citra Hokiana Tridharma tetap saja terus melakukan aktifitasnya, seakan tidak ada rintangan dari kalangan manapun.

Sementara itu saat dikonfirmasi diruang kerjanya, Kepala Bidang Perizinan kabupaten Dharmasraya, Burhanuddin membenarkan bahwa aktifitas yang dilakukan PT. Citra Hokiana Tridharma tersebut  belum mengantongi izin.

"Kami telah pernah melakukan peneguran agar dihentikan dulu sementara kegiatannya sebelum mengantongi legalitas. Namun PT Citra Hokiana Tridharma tidak merespon," katanya.

Tetapi, lanjut dia,  untuk lebih jelas dan lebih berkompeten, tentu dari instansi teknis dinas SDM yang  melakukan peneguran.

"Sebab, jelas kegiata betcing plant dan stone curher dan penambangan batu tampa izin itu, merupakan wewenang dari dinas SDM," sebutnya.

Sementara itu, Kabid Pertambangan Dharmasraya, Sarnedi menyampaikan bahwa semua kegiatan Stone Crusher Batcing Plant dan penambangan batuan (sirtukil) di kabupaten Dharmasraya, tidak ada yang mengantongi izin  yang lengkap.

"Kenapa saya mengatakan demikian, sebab bahan bakunya ilegal semua. Kami dari dinas SDM sudah sering melakukan peneguran, akan tetapi pengusaha itu tidak menghiraukan, dan seakan cuek saja," sebutnya.

Dalam hal ini, imbuh dia, bukan kami selama ini tidak pernah melakukan pengawasan dan pembinaan dan juga peneguran,  sering kami melakukan namun tidak pernah di indahkannya.

Menanggapi hal itu, Ketua LSM LTK PSKN PIN RI Sugianto menyatakan sangat menyayangkan atas instansi terkait untuk menangani hal ini, yang seakan akan terkesan saling lempar bola.

"Dengan maraknya usaha ilegal sirtukil tidak mengantongi dokumen yang sah, pemerintah kabupaten Dharmasrya terkesan lemah. Apakah pemerintah ini bermodus pakai kacamata hitam sehingga tidak kelihatan, atau apakah ada oknum yang menghandle di belakang semua itu," katanya.

Menurutnya, hukum itu adalah panglima, tapi tidak pernah terealisasi. Contohnya semakin hari semakin menjamur usaha sirtukil di kabupaten Dharmasraya ini.

 

"Padahal aktifitas ini hanya menguntungkan kepada seseorang saja, dan jelas merugikan kepada manusia banyak. Kenapa pemerintah kita bungkam," tegasnya. (arp)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)