Purbalingga

Pemkab Purbalingga Lindungi Hak Kekayaan Intelektual IKM

Warta Andalas | Kamis, 08 November 2018 - 13:14:04 WIB | dibaca: 81 pembaca

WARTA ANDALAS, PURBALINGGA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga berkomitmen melindungi hak kekayaan intelektual pelaku industri kecil menengah (IKM) para pelakunya. Hal tersebut terungkap saat acara sosialisasi hak kekayaan intelektual (HKI) pelaku IKM yang diselenggarakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Kabupaten Purbalingga yang bekerja sama dengan klinik HKI kementrian Perindustrian RI Kamis (8/11) di ruang rapat gedung A Setda Purbalingga.

Pandi, Sekretaris Dinperindag Purbalingga dalam sambutannya mengatakan, pemerintah harus hadir dalam melindungi hak kekayaan intelektual pelaku IKM Purbalingga agar para pelaku IKM Purbalingga tidak dirugikan di kemudian hari.

"Acara hari ini bertujuan melindungi produk IKM khususnya dari sisi merk agar tidak disalahgunakan oleh pihak lain," kata Pandi.

Pandi menambahkan, HKI bisa bertindak sebagai pembeda atas produk yang sama namun tidak boleh digunakan di merk yang sama pula. Menurutnya, pelaku IKM harus dilindungi agar merk-merk yang ada di Purbalingga tidak digunakan oleh produk sejenis yang pasti akan merugikan pelaku IKM Purbalingga.

"Anda bisa menuntut ke plagiator merk anda dan meminta royalti atas suatu yang merugikan anda itu," imbuhnya.

Dia kemudian mengingat kejadian penjiplakan produk knalpot yang dilakukan salah satu perwira menengah polisi. Sang penjiplak kalah di pengadilan dan harus membayar denda atas kegiatan plagiat itu. Sang penggugat menang karena dia mempunyai HKI yang telah didaftarkan.

"Kalau anda punya HKI yang telah didaftarkan dan anda tahu produk anda dijiplak, anda bisa menggugat dan punya dalil kuat untuk menang," ujarnya.

Pemateri dari klinik HKI kementrian Perindustrian, Edison Panjaitan kemudian menuturkan betapa pentingnya sebuah merk untuk didaftarkan. Dia mengilustrasikan kejadian bangkrutnya salah satu produk teh terkenal karena tekanan dari perusahaan yang membeli merk produk teh tersebut.

"Mereka (produk teh) tidak bisa berkutik karena merk mereka sudah dibeli. Mereka dipaksa meningkatkan produksi yang berakibat biaya produksi tidak menutup dan bangkrut," kata Edison.

Dalam kesempatan tersebut Dinperindag Purbalingga memberi fasilitas kepada 30 pelaku IKM yang hadir untuk mendaftarkan produknya secara gratis. Salah satu pelaku IKM yang menggeluti produk nanas, Ngudiono mengaku senang atas fasilitas tersebut. Dengan adanya fasilitas tersebut dirinya berharap produknya tidak akan dijiplak dan tetap terlindungi dari kompetitor.

"Kami mengucapkan terima kasih atas fasilitas ini. Ini berguna bagi produk kami dari ancaman kompetitor," pungkas lelaki yang mengelola produk nanas-Qu yang akan diubah menjadi java pineapple tersebut. (KP-4).





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)