Agam

Pemkab Agam Salurkan Rp3.827.200.000 Jasa Transpor Guru TPA/MDA

Warta Andalas | Senin, 04 Desember 2017 - 16:50:27 WIB | dibaca: 64 pembaca

WARTA ANDALAS, AGAM - Pemerintah Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat, menyalurkan jasa transpor atau dana insentif sebesar Rp3.827.200.000, kepada 3.616 guru Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) atau Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA), dan 192 Imam Masjid dan Garin Masjid yang tersebar di 16 kecamatan yang ada di daerah itu.

Kasubag Agama Bagian Kesra Setda Agam Yosman, Senin (4/12), mengatakan, penyaluran dilakukan secara marathon ke setiap kecamatan, dan dimulai hari ini, di Kecamatan Lubuk Basung. Sedangkan Selasa (5/12) di Kecamatan Tanjung Raya, Tilatang Kamang, Matur, dan Malalak, Rabu (6/12) di Kecamatan IV Koto, Palembayan, Canduang, dan Banuhampu. Kamis (7/12) di Kecamatan Ampek Angkek, Ampek Nagari, Kamang Magek, dan Palupuah. Jum'at (8/12) di Kecamatan Baso, Tanjung Mutiara, dan Sungai Pua.

Yosman menjelaskan, uang transpor yang disalurkan dimaksud, di Kecamatan Lubuk Basung sebesar Rp648 juta untuk 648 orang guru, Tanjung Raya Rp409 juta untuk 409 orang guru, Tanjung Mutiara Rp194 juta untuk 194 orang guru, Ampek Nagari Rp260 juta untuk 260 orang guru, Matur Rp161 juta untuk 161 orang guru, IV Koto Rp183 juta untuk 183 orang guru, Malalak Rp88 juta untuk 88 orang guru, Banuhampu Rp223 juta untuk 223 orang guru.

Selanjutnya, Kecamatan Sungai Pua sebesar Rp149 juta untuk 149 orang guru, Canduang Rp182 juta untuk 182 orang guru, Ampek Angkek Rp187 juta untuk 187 orang guru, Baso Rp200 juta untuk 200 orang guru, Tilatang Kamang Rp148 juta untuk 148 orang guru, Kamang Magek Rp157 juta untuk 157 orang guru, Palupuah Rp107 juta untuk 107 orang guru, dan Palembayan Rp320 juta untuk 320 orang guru. Masing-masing guru menerima Rp1 juta.

Sedangkan, untuk Iman Masjid setiap kecamatan ada enam orang, masing-maisng menerima Rp1 juta, dan enam orang Garin Masjid masing-maisng menerima Rp1.200.000.

Dikatakannya, penerima jasa transpor berdasarkan data yang diajukan kecamatan kepada Pemkab Agam melalui Bagian Kesra Setda Agam. "Di mana, kita hanya menerima data valid dari kecamatan yang dihimpun di setiap Nagari, dan Jorong," ujarnya.

Seperti pengalaman tahun sebelumnya, terdapat beberapa orang guru TPA/MDA di sebuah kecamatan yang protes, karena tidak menerima jasa transpor, sedangkan guru TPA/MDA lainnya di kecamatan yang sama menerima jasa transpor tersebut. "Hal itu karena mereka tidak terdaftar di Nagari ataupun jorong, dan ke depan diharapkan para guru TPA/MDA ataupun Imam Masjid dan Garin Masjid, agar mendaftarkan diri kepada pemerintah setempat," ujarnya pula.

"Dengan demikian, diharapkan pada 2017 tidak ada lagi terjadi hal tersebut, sehingga guru TPA/MDA, Imam Masjid dan Garin Masjid di Kabupaten Agam mendapatkan jasa transpor semuanya. Dengan cacatatan, guru, imam dan garin yang menerima hanya untuk yang aktif," ujarnya menjelaskan.

Lebih lanjut Yosman menyebutkan, penyaluran pada 2017 sedikit berbeda dari tahun sebelumnya, di mana kali ini penyaluran dilakukan di masing-masing kecamatan, karena mengingat jauhnya jarak tempuh para penerima ke Lubuk Basung, sehingga mereka mengeluarkan biaya besar untuk itu.

Para Guru TPA/MDA, Imam Masjid, dan Garin Masjid, diharapkan bisa datang ke kecamatan untuk mengambil jasa transpornya, sesuai jadwal yang telah ditentukan di masing-masing kecamatan. (jon)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)