Agam

Pemkab Agam Gelar In House Training Pengelolaan Limbah B3

Warta Andalas | Kamis, 12 April 2018 - 15:17:52 WIB | dibaca: 97 pembaca

WARTA ANDALAS, AGAM - Pemerintah Kabupaten Agam, melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Agam, menggelar In House Training Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), untuk fasilitas pelayanan kesehatan yang ada di daerah itu.

Kegiatan yang dibuka Bupati Agam diwakili Asisten II Bidang Perekonomian Pembangunan dan Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten Agam, Ir. H. Isman Imran, M.Si, di aula Dinas Kesehatan Agam itu, dihadiri Kepala DLH Agam Hamdi, ST, M. Eng, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, Indra Rusli, MPPM dan lainnya.

Isman Imran menyebutkan, di daerah itu terdapat 23 Puskesmas, satu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), satu Rumah Sakit Swasta dan beberapa jenis fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.

"Fasilitas pelayanan ini memberikan dampak terhadap lingkungan dan kesehatan manusia, seperti penurunan kualitas udara dan sebagainya yang menghasilkan limbah B3," ujarnya.

Ia menyebutkan, dampak ini wajib dikelola dengan pertimbangan dasar jaminan kesehatan manusia dan lingkungan. Sehingga pengendalian dampak ini sudah diatur melalui Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 27 tahun 2017, tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Fasilitas Pelayanan Kesehatan.

Pengelolaan limbah B3 menjadi permasalahan yang harus menjadi perhatian serius, karena tingkat bahaya limba B3 sangat tinggi bagi kesehatan manusia dan lingkungan.

"Tingginya tingkat bahaya limbah B3 membutuhkan biaya yang sangat mahal, rumit, spesifik serta kompetensi SDM pengelola yang handal untuk mengelolanya," ujarnya pula.

Dengan demikian, sebagai bentuk pelaksanaan kewajiban pemerintah daerah terhadap amanat UU Nomor 32 tahun 2009, Pemerintah Kabupaten Agam tahun 2018 sudah menyediakan anggaran sebesar Rp2 miliar bagi pengelolaan limba B3.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Agam, Hamdi, ST, M.Eng, mengatakan, kegiatan pengelolaan B3 dan limbah B3 adalah salah satu mata rantai yang cukup panjang, dan melibatkan banyak pihak, mulai dari penyedia bahan B3, penghasil limbah B3, pengangkut, pengumpul, pemanfaat, pengolah dan penimbun limbah B3.

"Pelanggaran pengelolaan B3 dan limbah B3 dari berbagai bentuk kegiatan yang berakibat pada pencemaran lingkungan dapat tuntutan formal berupa pidana," ujarnya.

Dengan demikian, DLH Kabupaten Agam merupakan salah satu OPD teknis yang berperan dalam pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan tersebut, sehingga dilaksanakan In House Training Pengelolaan Limbah B3 itu.

Peserta yang mengikuti sebanyak 46 orang, berasal dari 23 Puskesmas, dua Rumah Sakit, dua klinik, satu dari laboratorium lingkungan, 17 orang dari DLH Agam dan satu orang dari Dinkes Agam, dengan mendatangkan enam narasumber, tiga orang dari Pusat Studi Lingkungan Hidup UGM Yogyakarta, satu orang dari Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sumatera, satu orang dari DLH Sumbar dan satu orang dari Dinkes Agam. (khw)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)