Agam

Pemkab Agam Benahi Objek Wisata

Warta Andalas | Senin, 04 Juni 2018 - 14:02:17 WIB | dibaca: 216 pembaca

WARTA ANDALAS, AGAM - Momen Lebaran sering dimanfaatkan perantau untuk pulang kampung. Begitu juga dengan perantau Agam, yang tersebar di seluruh pelosok nusantara. Makanya, Pemkab Agam, melalui Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora), melakukan pembenahan objek wisata yang ada di sekitar kawasan Kabupaten Agam.

Menurut Kadis Parpora Agam, melalui Kabid Pengembangan Objek Pariwisata, Rinaldi, ST, mengatakan objek wisata sedang dibenahi “Kita berupaya membenahi objek dan pelaku pariwisata di objek tersebut, agar pengunjung semakin nyaman berkunjung ke objek wisata yang ada di Agam,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya Di Kantor Disparpora Agam, Senin (4/6)

Bahkan, pada dua objek dilakukan upaya menarik wisatawan, dengan menampilkan berbagai atraksi ada hari lebaran. Objek dimaksud adalah Taman Muko-muko, Kecamatan Tanjung Raya, dan Pantai Bandar Mutiara, kecamatan Tanjung Mutiara.

Sedangkan Objek Linggai, Kecamatan Tanjung Raya, dan Taman Raya Balingka, Kecamatan Ampek Koto, diprediksi akan ramai pengunjung lebaran tahun ini.

Linggai, walau belum diresmikan, kini sudah ramai pengunjung, terutama pada hari Minggu dan libur. Padagang makanan dan minuman juga sudah mulai meramaikan objek tersebut.

Sementara Taman Raya Balingka, yang dulu sempat terlantar, kini sudah mulai ramai pengunjung. Namun kendala yang dihadapi saat ini adalah air bersih. Di objek tersebut tidak ada sumber air bersih. Salah satu upaya adalah menaikan air bersih dari bawah bukit, dengan pompa. Tetapi hasilnya tidak memuaskan.

“Kita akan mencari upaya, agar kebutuhan air bersih di objek tersebut terpehuhi,” ujarnya pula.

Menjawab masalah tingginya pungutan uang parker, dan harga makanan dan minuman yang dipatok terlalu tinggi di beberapa objek yang dikelalo nagari dan swasta, Rinaldi mengatakan akan ditertibkan. Ia mengakui, lebaran tahun lalu ada keluhan pengunjung objek wisata, kalua uang parker dinilai terlalu tinggi, yaitu Rp25.000/mobil.

“Kita sudah minta agar uang parker dipatok tidak terlalu tinggi. Namun sampai kini belum ada jawaban pengelola tentang berapa uang parkir yang akan mereka berlakukan pada lebaran tahun  ini,” ujarnya menjelaskan.

Kepada pedagang, Rinaldi meminta agar tidak melakukan perbuatan yang  akan merugikan nama baik pariwisata daerah, seperti melakukan “pakuak” kepada pengunjung. Juallah barang dagangan sesuai harga pasaran. Kalaupun lebih tinggi dari harga pasaran, janganlah terlalu mencekik konsumen. (khw)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)