Sawahlunto

Pembangunan Masjid Jami Ijtihad Sikalang, Butuh Partisipasi Warga dan Perantau

Warta Andalas | Selasa, 07 Februari 2017 - 17:23:35 WIB | dibaca: 279 pembaca

WARTA ANDALAS, SAWAHLUNTO – Meski telah berjalan satu tahun belakangan ini, namun pembangunan Masjid Jami’ Ijtihad di desa Sikalang kecamatan Talawi kota Sawahlunto, masih belum kunjung selesai.

Pasalnya, dana pembangunan yang diperkirakan akan memakan biaya hingga Rp.3 Miliar tersebut masih terkendala dengan dana sebagai pembiayaannya.

Menurut pengawas bidang tekhnis pembangunan Masjid tersebut, Dahono Eko, dari dana yang terhimpun dari berbagai pihak selama ini, sudah berhasil dimanfaatkan untuk menyelesaikan pembuatan 21 tiang hingga selesai di cor.

“Sekarang kami sedang mengumpulkan dana untuk pembelian besi kuda-kuda, yang diperkirakan mencapai sekitar Rp.400 juta-an,” ungkap pria yang juga merupakan Kabid Alkal di Dinas PU kota Sawahlunto itu.

Dalam koordinasinya bersama Ketua pelaksana pembangunan Masjid, Fredi Tomlan, sebut dia, sementara ini masih terdapat kekurangan dana sekurang-kurangnya mencapai angka Rp.2 Miliar.

Lebih jauh dikatakan pria jebolan Institut Tekhnologi Bandung (ITB) itu, bahwa sejak September 2016 lalu ia telah melakukan penggalangan dana dari masyarakat setempat, dalam program “Gebrakan Seribu Rupiah di desa Sikalang yang berpenduduk lebih kurang 500 KK.

Namun jika mengharapkan dari hal itu saja, maka untuk penyelesaian pembangunannya akan sangat membutuhkan waktu lama. Untuk itu, ia berharap adanya donasi dari berbagai pihak, khususnya para perantau desa Sikalang, yang telah berhasil dalam usahanya.

“Bagi yang ingin memberikan sumbangan atau berpartisipasi, silahkan saja menghubungi saya melalui nomor HP:  082387361234, dan nanti akan saya berikan nomor rekening panitia pelaksana pembangunan Masjid itu,” harap Dahono Eko.

Masjid Sebagai Tempat Berbagai Kegiatan Warga

Selain sebagai tempat pengajian serta menjadi media dakwah bagi umat muslim, Masjid itu nantinya juga bisa dimanfaatkan sebagai tempat berkumpulnya warga untuk berbagai kegiatan. Diantaranya, berfungsi sebagai sosialisasi warga.

Yang tak kalah penting, adalah sebagai sarana untuk mendidik generasi penerus bangsa ini dengan pengetahuan agama sebagai pondasi bagi mereka.

“Apalagi ditengah arus pesatnya kemajuan tekhnogi yang kian canggih seperti Smartphone yang dengan mudah dapat mengakses apa saja, sangat dimungkinkan dapat membawa dampak negative, sehingga dengan belajar ilmu agama di Masjid itu nantinya, mental generasi muda kita dapat terbentengi oleh aqidahnya,” terangnya.

Selain itu, imbuh dia, juga untuk mendukung program pemerintah kota kita dalam gerakan Maghrib mengaji dan Subuh berjama'ah. (ap)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)