Dharmasraya

Pekerjaan irigasi Batang Pangian Terkesan Asal jadi, Wabup Akan Segera Meninjau

Warta Andalas | Kamis, 01 Februari 2018 - 11:32:16 WIB | dibaca: 824 pembaca

WARTA ANDALAS, DHARMASRAYA - Pekerjaan proyek pembangunan jaringan irigasi bendungan Batang Pangian dengan nomor kontrak 610.2/01 PU-PR/PKK-AIR/PJI- BP/DAK/V1 2017 dari sumberdana DAK 2017 sebesar Rp.17.000.016.000 di kecamatan Pulau Punjung dengan tanggal kontrak 8 Juni 2017, selama 180 hari kalender oleh PT. Belimbing Sriwijaya dengan pengawas PT Khayyira Engineering Consultants yang sudah memasuki bulan kedua ini, belum juga ada tanda-tanda akan rampung.

Dalam pantauan media ini di lapangan, Rabu (31/1) pemasangan batu lantai yang akan menahan tekanan air terjun yang diperkirakan bervolume jutaan kibik itu, tampak terkesan  pasal asalan. Pasalnya, pemasangan batu pondasi lantai bawah itu menggunakan batu kapur yang disusun sampai tiga tingkat tanpa memakai adukan semen, lalu di bagian atas dipoles dengan adukan semen.

Menurut Sap dari LSM Pagar Indonesia, sejak awal pekerjaan proyek itu memang sudah menjadi sorotan karena kontraktor pelaksananya terkesan mengerjakan asal jadi.

Selain itu, consultants pengawas dan juga pengawas dari dinas terkait juga terkesan tidak melakukan pengawasan secara serius. Dan sepertinya pihak pengawas tidak berani menegur kontraktor pelaksana untuk memperbaiki pekerjaan itu sehingga menimbulkan pertanyaan siapa actor dibalik proyek tersebut.

“Harapan kita kepada pihak pemerintah Dharmasraya agar serius untuk mengawasi pekerjaan bendungan ini sesuai dengan harapan masyarakat, agar bangunan ini mempunyai daya tahan,” ujarnya.

Apabila pekerjaannya asal-asalan, lanjut Sap, tentu nanti akan berdampak kepada masyarakat luas pabila nanti jebol bisa bisa nagari Gunung Selasih akan menjadi lautan.

“Maka dari itu, perlu keseriusan dari Pemda kita untuk mengawasi demi untuk mengantisipasi agar tidak terjadi hal hal yang tidak kita inginkan nantinya,” sebut sap.

Di tempat terpisah, wakil bupati Dharmasraya H. Amrizal Dt. Rajo  Medan mengatakan bahwa dalam waktu dekat ia akan segera melihat langsung ke lapangan.

“Sesuai dengan harapan kita bersama, pekerjaan proyek bendungan ini tentu kita sangat berharap kepada  rekanan yang  mengerjakan agar serius untuk menyelesaikannya secepat mungkin, dengan catatan pengerjaannya tidak asal jadi,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Wabup, masyarakat kita bisa juga bisa dengan cepat untuk memanfaatkannya. “Dalam waktu dekat ini, saya akan kelapangan, dan apabila pengerjaannya tidak sesuai dengan Spek tentu perlu juga kita benahi,” tegasnya.

Sementara itu, menurut Ketum Asosiasi Pemuda se-kabupaten Dharmasraya, Dedy Wahyudi melalui divisi Humas Ap, sejak proses tender sudah terlihat kejanggalannya.

“Menurut pengamatan saya, untuk mendapatkan tender ini saja sudah ada kejanggalan. Sebab sepertinya ada dugaan tim pelelang tender ini ada indikasi dikondisikan,” paparnya.

Sebab, lanjut dia, tim pelelang tender ini tidak pernah mencek secara fisik alat untuk pendukung (sarana ) dan selanjutnya tim pelelang seharusnya dilihat dulu baground yang akan mendapatkan pemenang tender.

“Apabila tidak layak, meskipun dia mendapat bintang di saat tender, kenapa harus dimenangkan. Tolong kedepan agar di robah. Sebab saya lihat lebih kurang 70℅ pekerjaan berbagai proyek di kabupaten Dharmasraya tahun anggaran 2017 sampai sekarang, banyak yang tidak selesai akibat banyak rekanan tidak serius.” Sebutnya lagi.

Dalam mengerjakan proyek, imbuh dia, tampaknya hanya semangat di awalnya saja untuk mendapatkan dana awal 30℅.

“Setelah itu, happy sana happy sini. Harapan kita kedepan cara lelang tender ini harus di revisi agar masyarakat kita tidak salah menilai lagi,” ujarnya. (arp)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)