Sawahlunto

PDAM Sawahlunto Butuh 7 Ton Batu Kapur Perbulan

Warta Andalas | Jumat, 02 Agustus 2013 - 16:35:10 WIB | dibaca: 1071 pembaca

Syafnil, ST - Dirut PDAM Sawahlunto

WARTA ANDALAS, SAWAHLUNTO -  Perusahaan Air Minum (PDAM) Kota Sawahlunto yang memiliki 3 sumber air masih memerlukan usaha ekstra untuk dapat melayani konsumen dalam pengadaan air bersih. Air yang diolah adalah air yang berasal dari batang ombilin, batang lunto yang bila dalam musim hujan airnya keruh. Sehingga pengolahan terhadap air mesti membutuhkan kimia dan batu kapur yang lebih banyak untuk mendapatkan kualitas air bersih yang layak dikonsumsi masyarakat.

“Kami bisa menghabiskan sampai 7 ton batu kapur dalam sebulan untuk pengolahan air untuk memproduksi kebutuhan warga kota yang mencapai 80.000 m3 tiap bulannya”, demikian yang disampaikan Direktur Utama PDAM Kota Sawahlunto Syafnil, ST ketika dihubungi di ruangkerjanya, Kamis (1/8).

Hal ini tentu saja meningkatkan biaya produksi atas air, tarif rata-rata air di Kota Sawahlunto sebesar Rp.2400,- sementara biaya produksi air mencapai Rp.3500,- per kubiknya, papar Syafnil, ST.

Belum kebutuhan BBM untuk operasional pompa menaikan air ke bak penampungan (reservoir) di Kayu Gadang yang mencapai 500 dpl, hal ini menjadikan cost production air semakin tinggi.

Namun hal ini bisa tertanggulangi dengan adanya instalasi pengolahan air bersih di danau Kandih, sehingga dalam menetapkan tarif air kami dapat memvariasikannya, dari yang paling rendah sebesar Rp.1.650,-, jadi dari 5 pengolahan air yang ada kami bisa melakukan subsidi silang sehingga tidak mengalami defisit setiap bulannya jelas Syafnil, ST mengakhiri. (vem)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)