Nasional

Pasokan Beras di Daerah Cukup, DPR: Impor Beras untuk Jawa Saja

Warta Andalas | Rabu, 17 Januari 2018 - 19:08:01 WIB | dibaca: 72 pembaca

WARTA ANDALAS, JAKARTA - Harga beras di beberapa daerah di Indonesia mengalami kenaikan hingga melewati batas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional, harga rata-rata beras jenis medium di Jakarta berkisar di Rp 14.100 per kilogram. Harga ini melampaui HET yang ditetapkan sebesar Rp 9.450 per kilogram.

Karena itu pemerintah memutuskan untuk melakukan impor beras sebanyak 500 ribu ton guna menstabilkan harga beras di pasaran. Ini perlu dilakukan terutama untuk mengatasi adanya keterlambatan pasokan khususnya untuk Pulau Jawa.

Menanggapi hal itu, anggota Komisi IV DPR RI Hamdhani menyebutkan bahwa pilihan untuk impor hendaknya dikhususkan untuk menutup kekurangan pasokan saja, terutama untuk kota-kota besar di Jawa. Sedangkan untuk daerah-daerah, mungkin belum diperlukan, mengingat pasokan di Bulog masih sangat mencukupi.

“Saya cek keberadaan beras di gudang-gudang Bulog di Kalimantan Tengah, sejauh ini masih sangat mencukupi untuk stock 6 bulan ke depan”, ujarnya melalui pesan singkat, Rabu (17/1/2018).

Dalam amatannya, gudang Bulog di Palangkaraya memiliki stock beras sebanyak 1.305 ton. Sementara gudang Bulog Sampit 1.300 ton, gudang Bulog Kapuas 1.400 ton dan gudang Bulog Pangkalan Bun 479 ton.

Lebih lanjut Hamdhani mengatakan, pemerintah lperlu ebih memperhatikan sebaran pasokan yang merata sesuai dengan jumlah populasi penduduk dan kebutuhan beras untuk masing-masing daerah.

Terhadap kemungkinan adanya permainan spekulan beras, Hamdhani berharap agar Satgas Pangan yang telah dibentuk dapat menyelidiki dan menemukan pihak-pihak yang dengan sengaja ingin mengacaukan harga beras di pasaran.

“Jelas perbuatan mempermainkan harga dengan cara menimbun beras atau menunda pasokan ke pasar akan merugikan masyarakat banyak. Satgas Pangan harus dapat mengantisipasi lebih dini agar kejadian seperti ini tidak terulang di masa yang akan datang,” tutur legislator Kalimantan Tengah ini.

Secara khusus Hamdhani juga meminta Bulog di Kalimantan Tengah untuk dapat menyerap gabah petani secara maksimal saat panen raya bulan Februari nanti.

“Tolong untuk memprioritaskan gabah petani Kalteng dululah. Jangan buru-buru pengadaan gabah dari Sulawesi atau luar daerah lainnya, sementara gabah petani dari Kalteng masih belum terserap semua”, pungkasnya. (hms)

 





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)