Dharmasraya

Pasca Peristiwa Penembakan Bayi, 13 Warga Sitiung Serahkan Senpi Rakitan ke Polisi

Warta Andalas | Kamis, 11 Januari 2018 - 23:28:17 WIB | dibaca: 212 pembaca

WARTA ANDALAS, DHARMASRAYA – Pasca terjadinya penembakan menggunakan senjata api rakitan laras panjang jenis gobok yang terjadi di Nagari Abai Siat Kecamatan Koto Besar Kabupaten Dharmasraya, yang menewaskan seorang bocah berusia 2 tahun beberapa waktu lalu, belasan warga setempat yang memiliki senjata rakitan Gobok menyerahkan secara sukarela ke pihak Kepolisian.

Hal tersebut dibenarkan Kapolres Dharmasraya didampingi Kapolsek Sitiung I, Iptu Safrinaldi, SH, saat dikonfirmasi awak media, Kamis (11/1).

Menurutnya, sebanyak 13 pucuk senjata api rakitan laras panjang jenis gobok di wilyah hukum Polsek Sitiung 1 Koto Agung, diserahkan oleh masyarakat untuk diamankan guna menghindari terjadinya penyalah gunaan dan menghindari terjadinya korban jiwa, baik bagi si pemilik maupun bagi orang lain.

“Dan jangan sampai peristiwa seperti yang terjadi terhadap seorang bayi uang berumur dua tahun tewas berapa waktu lalu terulang lagi,” sebutnya.

Penyerahan senjata api rakitan itu, lanjut kapolsek, juga diawali dengan adanya himbauan dari bapak Kapolres Dharmasraya AKBP. Rudy Yulianto,   bagi memiliki senjata api rakitan berupa gobok agar menyerahkan kepada pihak Kepolisian.

“Dengan adanya himbauan melalui anggota Bhabinkamtibmas yang ada di setiap nagari yang berada di wilayah hukum polsek Sitiung I Koto Agung, tidak berapa hari kemudian masyarakat Nagari Taratak Tinggi dan Jorong Panyubarangan Nagari Panyubarangan Kecamatan Timpeh melalui wali nagarinya telah menyerahkan senjata api rakitan tersebut,” terangnya.

Kepada warga masyarakat, ia menghibau bagi yang memiliki senjata api rakitan yang belum menyerahkan, agar secepatnya menyerahkan ke pihak kepolisian atau ke wali nagari setempat.

“Karena tidak memiliki izin dan telah melanggar undang-undang yakni UU Darurat No. 12 Tahun 1951, dan Perpu No. 20 Tahun 1960 tentang senjata api tanpa izin dengan ancaman hukuman di atas 20 tahun,” tegasnya. (tim)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)