Sawahlunto

Pasca Ditetapkan UNESCO, Wako: Butuh Keseriusan Semua Pihak

Warta Andalas | Jumat, 25 Oktober 2019 - 05:36:15 WIB | dibaca: 10177 pembaca

 

WARTA ANDALAS, SAWAHLUNTO – Pasca ditetapkan UNESCO terkait kawasan penambangan Ombillin di Sawahlunto menjadi kota warisan dunia belum lama ini, ternyata belum berdampak pada peningkatan infrastruktur.

Hal itu diakui Walikota Deri Asta disela-sela pertemuan khusus bersama awak media dalam rangka penyampaian informasi penyerahan plakat Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Sejauh ini kata Deri, dirinya telah melakukan beberapa langkah misalnya saja membentuk tim terkait, termasuk koordinasi dengan pihak propinsi hingga lobi ke pemerintah pusat namun hasilnya belum sesuai harapan.

"Dinas PU Sumbar sudah berulang-ulang saya curhat, jawabannya anggaran terbatas," ujar Wako Deri didampingi Wawako, Sekdako, Kadis Permuseuman dan Kabag Humas di ruang rapat Balaikota Sawahlunto, Rabu (23/10).

Disamping itu, enam kabupaten/kota lain di Sumatera Barat yang masuk kawasan warisan dunia seperti jalur kereta api terkesan kurang serius. Dan ini butuh keseriusan semua pihak.

"Buktinya, setiap diundang Gubernur tidak berapa yang hadir," sambungnya.

Tak hanya itu, persoalan status tanah dengan PTBA UPO seolah tak jelas ujung pangkalnya.

Kendati demikian, Deri sangat optimis akan ada perubahan di Sawahlunto pasalnya secara regulasi kota warisan dunia merupakan kewenangan pemerintah pusat.

Disinggung pula, sebenarnya dampak yang diharapkan dari kota warisan dunia yakni jumlah kunjungan wisatawan ke Sawahlunto dapat meningkat dan berefek pada peningkatan perekonomian masyarakat.

"Sejak ditetapkan kota warisan dunia, belakangan ini sejumlah turis asing sudah mulai berdatangan ke kota ini," ungkap Deri.

Selanjutnya, menurut rencana Walikota Sawahlunto akan menerima duplikat sertifikat serta plakat kota warisan dunia, diserahkan langsung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI pada selasa malam tanggal 29 Oktober 2019 di lapangan segitiga Kota Sawahlunto. (rf)


 





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)