Lintas Provinsi

Pasca Deklarasi, Raker FBM ke I Digelar di DPRD Sulteng

Warta Andalas | Kamis, 31 Mei 2018 - 23:05:44 WIB | dibaca: 865 pembaca

WARTA ANDALAS, PALU - Pasca Deklarasi FBM (Forum Besusu Mosangu) sebagai salah satu Ormas Lokal, organisasi warga di Anjungan Nusantara, Jl.Raja Moili, Palu tanggal 10 Mei 2018 yang lalu, hari ini, Kamis (31/5) FBM menggelar Rapat Kerja ke-I di ruang Baruga Lt. II Kantor DPRD Propinsi Sulawesi Tengah.

Raker dipimpin sejumlah Presidium Sidang dengan Moh. Ridwan sebagai  Ketua, Chairil sebagai Sekretaris Sidang, dan masing-masing Yahdi, Assegaf, Astan selaku Anggota Presidium Sidang.

Rapat Kerja ke-I FBM yang dibuka secara resmi oleh Yahdi Basma selaku salah satu Dewan Pembina FBM, yang juga merupakan Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah dari Fraksi NasDem ini, dihadiri tokoh masyarakat Besusu, dan sejumlah Pengurus FBM, diantaranya Drs. Hapri A. Pintudjadi (Ketua), Drs. Assyagaf atau yang akrab disapa Paman, Riswan Ketua Bidang Program yang juga Ketua RT di wilayahnya, Husen Rasyid, SE Ketua Bidang Keagamaan, Mohammad Ridwan, SH Sekretaris, Astan L. Tulisi Bendahara, Riswan, SH Ketua Bidang Pengembangan dan SDM, Tonny dan Ahyar Ketua Bidang Seni Budaya.

Selain itu, juga tampak hadir Ayub M. Tamongga Ketua Bidang Ekonomi dan Kewirausahaan, Rendy, Nirwan, Gilda Husen, Reny dan sejumlah aktivis perempuan di Besusu serta sederet pengurus FBM lainnya.

 

Dalam sambutan Raker iyang mengusung thema "Bangun semangat Kepemimpinan yg berbasis Budaya dan Berwawasan  Membangun Daerah, khususnya wilayah Besusu" itu, Yahdi mengingatkan pentingnya terus memupuk soliditas warga untuk memastikan agar frasa Subjek Pembangunan benar-benar bukan sekedar slogan belaka, bukan retorika pidato pejabat belaka, dan bukan alinea diatas kertas belaka.

Dikatakan Yahdi, dalam kesempatan Raker ke I tersebut terasa begitu kental dinamika dan semangat mereka. Hal itu ditandai antusiasme pengurus sebagai peserta Raker yang sahut-menyahut mengajukan pandangan dan interupsi.

Sementara itu, dari pelaksanaan Raker itu menghasilkan 5 Keputusan yakni No.1 tentang agenda dan tatatertib Raker, No.2 tentang Peserta, No.3 tentang Penetapan Presidium Sidang Tetap, No.4 tentang Estimasi Program Kerja tahun 2018, serta Keputusan No.5 tentang Pembahasan lain-lain.

Dalam uraian yang diputuskan dalam Keputusan No.5, FBM menyoroti soal kegiatan Pasar Lentora yang digelar Pemkot Palu di Lapangan S. Parman, memutuskan kebijakan umum Organisasi, Peraturan Organisasi, dll. Raker ini juga  memutuskan tagline Organisasi, yakni  "Mosangu Kana Mabelo" yang berarti Bersatu Kita Lebih Baik.

Diketahui bahwa Lapangan dimaksud secara de-facto kini berstatus quo, menyusul adanya penyikapan sejumlah warga atas status kepemilikan lahan dimaksud.

Hal ini dipicu oleh berita koran (radar sulteng 24 Mei 2018. red) dari pernyataan Farid, pejabat di Dinas Perindagkop Kota Palu, bahwa lahan dimaksud telah disewa oleh Pemkot untuk gelar kegiatan rutin di Ramdhan yakni Pasar Lentora.

"Kalau disewa, disewa oleh siapa dan dibayar kepada siapa?", demikian penegasan salah satu pengurus yg mengaku sabagai salah satu Ahli Waris Pemilik lahan terebut.

 

Pantauan media ini di lapangan S. Parman (perempatan Jl.Ahmad Yani) telah dipenuhi sejumlah lapak, khususnya dari Ramayana Store.

Lebih jauh, sebagai Ormas yang tergolong masih baru, FBM menyatakan siap untuk mengawal kebijakan pembangunan Kota Palu dan Sulteng, sebagai tugas pokok organisasi dalam posisinya pelembagaan sebagai Organisasi Warga,” sebut Yahdi Basma.

Dalam uraian akhirnya, Moh. Ridwan, Sekretatis FBM kembali tegaskan pentingnya kaderisasi warga untuk terus mengisi dan menguatkan peran pemerintah. Negara hadir untuk memastikan agar rakyat tidak menjadi “penonton” di tanahnya sendiri, untuk memastikan bahwa kesejahteraan ini benar-benar merupakan hak warga negara.

Raker ditutup oleh Yahdi Basma dini hari pukul 01.20 Wita, dan diakhiri dengan foto bersama.

“Kesungguhan teman-teman Pengurus ikuti Raker ini, menjadi bukti bahwa FBM memang sedang bersungguh-sungguh mendorong partisipasi warga menjadi bagian penting dalam dinamika pembangunan Kota," pungkasnya. (tim)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)