Purbalingga

Para Pimpinan Beri Teladan Bayar Zakat

Warta Andalas | Kamis, 24 Mei 2018 - 14:30:18 WIB | dibaca: 1701 pembaca

WARTA ANDALAS, PURBALINGGA – Jajaran pimpinan daerah di Kabupaten Purbalingga berbondong-bondong mempelopori pembayaran zakat penghasilan kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Purbalingga, Kamis (24/5) di Pendopo Dipokusumo. Acara layanan pembayaran zakat ini dihadiri oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Purbalingga bersama sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) Eselon II – IV Pemkab Purbalingga serta perwakilan pengusaha, BUMD  dan BUMN.

Bupati Purbalingga H Tasdi SH MM menyerukan agar seluruh komponen para pimpinan ini untuk membayar zakat sebagai teladan kepada masyarakat Purbalingga. Pasalya selain perintah agama, zakat juga merupakan alternatif dalam mengurangi kemiskinan.

“Oleh karenanya acara ini tidak hanya membawa uang saja tapi ada misi, roh, dan isi yang  harus kita selamatkan agar pemimpin jadi contoh para umatnya melalui optimalisasi zakat di NKRI ini,” tutur bupati.

Kegiatan layanan pembayaran zakat ini merupakan pelaksanaan dari Instruksi Bupati Purbalingga No. 451/133 Tahun 2018 tentang Optimalisasi Pengumpulan Zakat Di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Purbalingga dan Badan Usaha Milik Daerah Melalui BAZNAS Kabupaten Purbalingga. Instruksi ini menjadi instruksi pertama Pemerintah Daerah di wilayah Jawa Tengah mengenai perintah optimalisasi pegumpulan zakat.    

Bupati Tasdi menerangkan, optimalisasi pengumpulan zakat ini ada dimensi 5 pokok dasar. Diantaranya dimensi filosofis, yakni zakat sesuai ilmu fikih bagian dari kewajiban setiap muslim karena bagian dari rukun islam. “Hukumnya wajib, seharusnya tidak perlu digerakan lagi sebagai umat muslim. Sebagai insan beriman sudah tentu menunaikannya agar menjadi orang yang bertakwa,” katanya.

Selain itu, dari dimensi teknis, zakat didasari dari regulasi yang ada, mulai dari Inpres No 3 tahun 2014, Peraturan Baznas No 2 tahun 2016, dan sebagainya. Bupati Tasdi juga tidak meragukan untuk mengeluarkan instruksi bupati tentang optimalisasi zakat, karena sesuai dengan visi Kabupaten Purbalingga yakni mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan berakhlakul karimah.

“Negara harus hadir dalam menangani kemiskinan. Di Purbalingga masih ada 18,8% mustahik yang harus kita bantu agar keluar dari kemiskinan. Maka peran zakat ini cukup penting karena APBD, APBN saja belum cukup,” katanya.

Mengubah Mustahik Menjadi Muzakki

Ketua Baznas Kabupaten Purbalingga Drs H Chumaedi MF MSi mengatakn bahwa zakat, termasuk dan sedekah memiliki potensi yang sangat besar sebagai salah satu solusi mengentaskan kemiskinan. Zakat sebagai salah satu rukun Islam diutamakan untuk kesejahteraan fakir miskin yang merupakan mustahik.

Dengan Instruksi Bupati tersebut diharapkan akan dapat meningkatkan penerimaan dana zakat, infaq dan shodaqoh dari kalangan ASN di Kabupaten Purbalinqga yang pada gilirannya akan meningkatkan kapasitas pentasharufan zakat kepada para mustahik sehingga akan lebih mempertepat upaya pengentasan kemiskinan di Purbalingga.

“Karena salah satu program pentashorufan Baznas Kabupaten Purbalingga adalah melakukan program REMAHTILANI (Rehab Rumah Tidak Layak Huni) yang sejalan dengan program pemerintah yakni Rehabilatasi RTLH (Rumah Tidak Layak Huni),” katanya.

Chumaedi memaparkan, selama ini Baznas Kabupaten Purbalingga baru mampu mentashorufkan RTLH sejumlah 40 rumah/tahun. Diharapkan dengan adanya Instruksi Bupati kedepan akan meningkat menjadi 100 rumah/tahun atau bahkan lebih. Disamping itu ada juga ada program unggulan lainnya, yaitu program ,Zakat Produktif dengan tema  "Merubah Mustahik Menjadi Muzakki".

“Tahun 2017 lalu kami baru mampu mentasharufkan zakat untuk program Zakat Produktif 20 kelompok. Setiap kelompok 5 orang maka ada 100 orang yang mendapat bantuan program Zakat Produktif   masing-masing dapat Rp 450.000. Maka untuk tahun berikutnya Insya Allah menjadi 72 kelompok  dengan jumlah 310 orang, dan masing-masing diberi zakat Rp. 600.000-,” katanya.

Disamping itu juga ada program lain seperti Purbalingga Peduli (Bantuan Khusus Bencana), Purbalingga Cerdas (bantuan dana belajar). Melalui program-program tersebut Bznas Kabupaten Purbajinoga hingga akhir tahun 2017 lalu telah berhasil menghimpun dan menyalurkan dana zakat para muzaki kepada para mustahik di Purbalingga sebesar Rp. 1.970.000.000.

Pada akhir acara ini bupati dan wakil bupati mencontohkan pembayaran zakat yang diterima langsung oleh Ketua Baznas Kabupaten Purbalingga, diikuti oleh segenap Forkopimda. Bupati dan wakil bupati juga mendapatkan kehormatan diberi penyematan pin Purbalingga Sadar Zakat.(Gn/Humas)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)