Sawahlunto

Ops Patuh Singgalang 2019, Kapolda: Polantas Jangan Jadi Pemicu Konflik Saat Bertugas di Lapangan

Warta Andalas | Kamis, 29 Agustus 2019 - 17:10:18 WIB | dibaca: 10247 pembaca

WARTA ANDALAS, SAWAHLUNTO – Kapolda Sumatera Barat, Irjend Pol.  Fakhrizal meminta agar seluruh jajaran Polisi Lalu Lintas (Polantas) untuk bersikap simpatik dan humanis dalam melayani masyarakat serta jangan  menjadi pemicu konflik saat melaksanakan tugas di lapangan.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Sawahlunto, AKBP. Zamrony Wibowo, S.IK, MH saat membacakan amanat Kapolda dalam apel gelar pasukan Operasi Patuh Singgalang 2019 di halaman Mapolres, Kamis (29/8).

Dalam amanat tersebut, Polantas juga diminta harus mampu membangun opini yang positif terhadap citra Polri dengan ramah, sopan dan tegas dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat serta penegakan hukum yang profesional.

Lebih jauh Kapolda juga menyebutkan bahwa dalam Ops patuh yang dimulai 29 Agustus hingga 11 September 2019 mendatang, perlu dilakukan upaya pembinaan, penyuluhan dan penyebaran brosur kepada masyarakat tentang tertib berlalu lintas yang baik dan benar, serta bekerjasama dengan media massa.

Dalam menjalankan tugasnya, Kapolda juga mengingatkan agar Polantas memperhatikan SOP, sehingga dapat menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalulintas (Kamsetibcarlantas) kepada pengguna lalulintas.

"Dari kegiatan ini diharapkan akan tercipta Kamseltibcarlantas yang kondusif, menurunya pelanggaran, dan meningkatnya disiplin masyarakat," ujarnya.

Mengakhiri amanatnya, Kapolda mengatakan bahwa dalam mendukung kegiatan pendidikan masyarakat berlalulintas juga harus dilakukan Dikmas pada masyarakat, baik secara teroganisir maupun non teroganisir, Police goes to campus/school, bekerja sama dengan media massa, safety riding dan safety driving, kampanye tertib lalulintas serta global road safety partnership actions.

Sementara itu, Kapolres Sawahlunto AKBP. Zamrony Wibowo yang ditemui media ini usai gelar pasukan mengatakan bahwa apel gelar pasukan yang dilakukan itu dilaksanakan untuk mengetahui kesiapan personel dan sarana pendukungnya, sehingga pelaksanaan Operasi Patuh ini dapat berjalan optimal, dan berhasil sesuai tujuan dan sasarannya.

Menurutnya, dalam pelaksanaan Operasi Patuh Singgalang ini ada 3 kategori, yaitu 50 persen preemtive atau pendidikan, 30 persen preventif atau pencegahan, dan 20 persen lainnya,adalah refresif atau penindakan.

"Sasaran utama dari Ops Patuh 2019, adalah pengendara yang tidak memakai helm standar serta kendaraan yang tidak sesuai dengan peruntukannya," sebutnya. (ap)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)