Padangpanjang

Nofi Candra: Sumbar Harus Siap Hadapi Pasar Bebas

Warta Andalas | Senin, 20 Januari 2014 - 08:32:42 WIB | dibaca: 1428 pembaca

Novi Candra

WARTA ANDALAS, PADANGPANJANG -  Menghadapi persaingan global dan pasar bebas 2015, masyarakat Sumbar dan segenap pelaku usaha di daerah, dituntut untuk terus menggali dan mengembangkan kearifan lokal. Calon anggota DPD RI, H Nofi Candra, SE, mengajak masyarakat Sumbar untuk mempersiapkan diri secara maksimal, agar kelak tidak menjadi penonton di rumah sendiri.

Nofi menyebutkan, dogma untuk menjadi pegawai dan karyawan pada sebuah perusahaan, diyakini masih menjadi bumerang dalam pengembangan kualitas sumber daya manusia. Hal ini tandas Nofi, harus dihilangkan secara perlahan-lahan. Peran pemerintah, pelaku usaha dan perbankan, juga akan menjadi penentu dalam mempersiapkan SDM yang siap dalam menghadapi persaingan ketat pada pasar bebas 2015 nanti.

"Kita selalu berpikir, bagaimana caranya agar dapat bekerja pada suatu perusahaan. Apa salahnya jika kita mencoba membuat suatu terobosan, menggeluti usaha dan menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. Pasti kita akan berperan dalam penekanan angka pengangguran di negeri ini," ujar pengusaha muda yang bergerak di bidang retail dan pertanian asal Kota Solok ini.

Nofi menyebutkan, untuk merubah mindset dan pola pikir masyarakat, tentu bukan perkara mudah, apalagi ketika akan memulai untuk membuka sebuah usaha. "Yang namanya untung rugi itu sudah jadi hukum perdagangan. Tapi kita harus punya keyakinan, juga harus fokus dalam menjalaninya. Banyaklah belajar dari pengamatan dan pengalaman," ajak Nofi.

Sumatera Barat pungkas Nofi, memiliki potensi yang sangat menjanjikan jika digarap secara maksimal. Peluang ini, tentu menjadi tanggungjawab seluruh pihak, khususnya para pelaku usaha untuk mengembangkan potensi dan keunggulan yang ada di daerah. Disinilah kearifan masyarakat dan pengusaha lokal sangat dituntut, agar tidak terlindas oleh pelaku pasar yang masuk dari luar.

"Saya yakin, masyarakat Sumbar dan para pelaku usaha yang ada di daerah ini khususnya, sudah memiliki kompetensi dalam era perdagangan bebas ini. Daya saing produk mereka pun sudah sangat unggul, tinggal lagi melahirkan berbagai regulasi dalam upaya mempertahankan kualitas semata," terangnya.

Pasar bebas kata Nofi, pada dasarnya bukanlah sesuatu yang harus ditakutkan. Justru dengan dibukanya kran pasar bebas, diharapkan akan memberikan motivasi dan peluang besar bagi masyarakat dan para pelaku usaha, terutama dalam meningkatkan kualitas dan daya saing produk. Di sisi lain, pasar bebas tentunya juga diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap laju pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan rakyat Indonesia ke depan.
(Bento)

 





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)