Solok

Negoisasi Eks Rumdis di Solok, Temui Jalan Buntu

Warta Andalas | Selasa, 19 November 2013 - 19:27:00 WIB | dibaca: 1620 pembaca

WARTA ANDALAS, SOLOK - Upaya negosiasi yang dilakukan oleh pemerintahan daerah kota Solok dengan pengusaha Nofi Candra di kantor Komando Daerah Militer 0309 Solok menemui jalan buntu. Pertemuan yang dihadiri oleh Kapolres kota Solok AKBP Guntur Hindarsyah S.Ik, dan ketua Pengadilan Negeri Solok, ketua Kejaksaan Negeri Solok, Senin (18/11) tidak menghasilkan keputusan apa-apa.

Pertemuan untuk membahas persoalan Rumah Dinas Bupati Solok yang dimediasi oleh Dandim tersebut pada mulanya diprediksi bakal menemui titik terang, terkait belum dikeluarkannya Izin Mendirikan Bangunan (IMB)  pada proses pembangunan swalayan di Ex. Rumah dinas Bupati  tersebut, pada akhirnya mentah begitu saja.

Sempat muncul beberapa solusi yang ditawarkan oleh Walikota Solok H, Irzal Ilyas Dt, Lawik Basa MM, kepada H, Nofi Candra SE, terutama permintaan wako Solok agar pembangunan untuk sementara dihentikan menunggu proses  hukum di PN Solok memiliki kekuatan hukum tetap sebagai konsekwensi gugatan Ninik Mamak Nan Balimo terhadap tanah ulayat (klaim ninik mamak) tempat berdirinya bangunan yang dulunya rumah dinas Bupati Solok, sekarang dibeli oleh H, Nofi Candra SE, dan dibangun pasar swalayan.

Pada Fase ini, H, Nofi Candra SE, keberatan dihentikannya pembangunan dan operasional bangunannya. Informasi diterima media ini, Nofi Candra keberatan karena dengan dihentikan pembangunan berarti sebuah kerugian untuk usahanya.

Sedangkan Walikota Solok H, Irzal Ilyas Dt, Lawik Basa tidak bertanggungjawab terhadap resiko yang dihadapi oleh Nofi.

Irzal menilai itu sebuah konsekwensi seorang pengusaha dalam berinvestasi.

“Kerugian Nofi bukan tanggungjawab pemko Solok tapi itu sebuah konsekwensi dari sebuah investasi,”ujar Wako.

Pertemuan sempat ditunda, tapi setelah ditunggu Nofi tidak datang untuk melanjutkan mediasi tersebut. Pemko akan mengambil tindakan hukum selanjut berupa penyegelan dibantu Back Up Polri/TNI/POM TNI.

“Kita sudah koordinasikan dengan penegak hukum lainnya,”kata Wako.

Mirwan Dt, Ganjia, mewakili ninik mamak Nan balimo menyebutkan proses penyelesaian tidak rumit. Yang penting apa yang menjadi hak ulayat Nan Balimo dikembalikan ke kota Solok. Penyelesaiannya tentu tidak semudah itu, karena ini terkait dengan dana besar yang dihabiskan Nofi untuk berinvestasi?. (zul)  





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)