Solok

Nagari Koto Hilalang Kembangkan Wisata Puncak Kode Jadi Arena Paralayang

Warta Andalas | Sabtu, 20 Januari 2018 - 17:28:55 WIB | dibaca: 332 pembaca

WARTA-ANDALAS, SOLOK - Bagi siapa saja yang datang berkunjung ke Nagari Koto Hilalang Kecamatan Kubung Kab. Solok akan dibuat takjub dan berdecak kagum, kala melihat pesona alam yang terhampar disana. Nagari ini berada diketinggian dan berbatasan langsung dengan Kota Padang, Nagari Salayo, serta Nagari Gantung Ciri. Jumlah penduduknya tergolong cukup banyak tapi berada dalam jarak yang berjauhan dan didominasi oleh masyarakat dengan profesi petani. Nagari Koto Hilalang juga masuk dalam daerah wisata adat, dengan jumlah rumah gadang salah satu terbanyak di Kabupaten Solok serta masuk salah satu nagari tergolong tua setelah nagari Salayo.

Sadar dengan anugerah Illahi ini , masyarakatnya berinisiatif membangun kawasan wisata dengan cara mandiri dan swadaya. Berupa pembangunan kawasan wisata dipuncak bukit, dengan nama Puncak Kode. Dan saat ini sudah mulai dikunjungi oleh wisatawan dan pecandu Paralayang.

Kenapa bernama puncak Kode, Ketua BMN Koto Hilalang Rois Yurnades menceritakan kenapa dinamakan puncak Kode. Puncak Kode, kata Rois, dulunya merupakan markas Tentara Keamanan Rakyat yang digunakan untuk markas radio selain digunakan untuk melakukan pengintaian terhadap tentera Belanda. Puncak kode merupakan puncak strategis yang hingga kemerdekaan tidak pernah diketahui keberadaanya oleh tentera Belanda maupun tentera pusat pada saat PRRI bergejolak.

Saat ini, jalan menuju puncak kode sudah dibuka sepanjang 2 Kilometer dengan menggunakan eksavator, dan pembiayaan dari dana desa sebanyak Rp. 100-an juta. Pada tahun ini kunjungan wisatawan kepuncak kode sudah mendekati seribu wisatawan dan gratis. Tapi ingat, jalan kepuncak kode masih jalan tanah dan berbahaya untuk kenderaan bermotor jika memaksakan diri naik kepuncak kode dengan menggunakan motor.

Selain puncak kode juga terdapat area wisata lainnya di Nagari Koto Hilalang berupa "Kapalo Banda". Kapalo Banda merupakan tempat irigasi pertanian yang dibangun pada masa penjajahan Belanda, dan hingga kini bangunannya belum ada perubahan dengan masih bangunan era kolonial. Sebelum puncak kode dibangun, Kapalo Banda merupakan salah satu wisata alternatif di nagari Koto Hilalang dan merupakan tempat tongkrongan anak muda. Anda tertarik untuk berkunujung kesana.....?

Nosa Eka Nanda Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Solok, Ketua Fraksi PKS, Ketua PKS Kabupaten Solok mengatakan Koto Hilalang merupakan salah satu contoh nagari kreatif yang mampu menciptakan sebuah area wisata rakyat dan  religi. Dengan semangat kemandirian masyarakatnya secara swadaya membangun  area wisata natural dengan memanfaatkan alam sekitarnya, serta islami. Jadi, tidak ada alasan pemkab Solok untuk tidak mengelola alam Kabupaten Solok menjadi destinasi wisata andalan. Jika dikelola dengan baik dan benar, tanpa ada pemalakan, tarif parkir jelas, harga makanannya standart, wisatawan aman dan nyaman, toilet dan tempat ibadah tersedia, dan masyarakatnya terbuka  dan ramah menerima kedatangan wisatawan , dipastikan Kabupaten Solok akan masuk dalam salah satu pilihan wisata dunia.

"Jadi tidak perlu membangun tempat wisata buatan dengan anggaran "wah", jika ternyata tidak dikunjungi. Pemkab bisa memanfaatkan alam disekitar Kabupaten Solok dengan menggerakan wisata rakyat tapi dengan dukungan penuh pemerintah yang dikelola nagari maupun swasta" Kata Nosa Eka Nanda. "Perhatikanlah, tidak ada yang tidak bisa dikembangkan diwilayah Kab. Solok jika kita bicara wisata. Setiap tempat, bukit, dan kontur alam Kab. Solok merupakan anugerah dan menampilkan keindahan. Saatnya pemkab mendukung nagari dalam pengembangan kawasan wisatanya, dan itu tidak perlu biaya besar," ujar Nosa. (zfk)

 





Komentar : 1
burhanis
23 Januari 2018 - 08:15:09 WIB
puncak kode sudah pasti bagian kehidupan masa lalu bagi saya setiap hari minggu(akek) sudah dipastikan saya berada di kebun kopi(parak kopi) cimantung bergeser sedikit baru tabek balibih(pumcak koce nama yang sangat viral, tangga pertama namanya batu kaban, tapi untuk saat ini mungkin asing bagi saya dulu untuk mencapai puncak kode membutuhkan waktu 30 -45 menit tapi sekarang waktu 10 menit sudah sampai di puncak kode tidak pernah saya bay****n mobil nomor polisi DKI Jakarta akan sampai di puncak kode hebat pak wali nagi dan perlu di acungkan jempol dua tahun kedepan di pastikan akan berdiri villa yang berkelaskan Nasional bahkan Dunia sekalipun mudah mudahan sesuai dengan harapan masyarakat nagari , PESANTREN jangan dilupakan sarana penguat syara'
<<< 1 >>>


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)