Padang

MPW Pemuda Pancasila Sumbar Gelar Diklat BPKTA

Warta Andalas | Senin, 09 Desember 2019 - 09:31:36 WIB | dibaca: 10265 pembaca

WARTA ANDALAS, PADANG – Bertempat di New Dhave Hotel Meeting Room kota Padang, Minggu (8/12), Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila (PP) Provinsi Sumatera Barat menggelar Pendidikan Kilat (Diklat) Badan Pembuat Kartu Tanda Anggota (BPKTA).

Kegiatan tersebut diikuti seluruh perwakilan dari Masing-masing Majelis Pimpinan Cabang (MPC) yang ada di Sumatera Barat, yang juga di hadiri oleh para Ketua MPC kabupaten/kota.

Menurut Sekertaris Wilayah MPW PP Sumbar Septri, S.Si, M.Pd yang hadir mewakili Ketua MPW PP Sumbar, Erik Hayona yang berhalangan hadir, saat ini 16 dari 19 kabupaten/kota kecuali Kota Bukittinggi, Kota Payakumbuh dan kabupaten Limapuluh Kota, semuanya sudah solid.

Namun demikian, ujar Septri, sementara ini kita belum bisa bicara secara eksternal. Harapannya, setelah pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) di Jakarta belum lama ini, ada harapan-harapan besar yang akan membuat kita lebih solid lagi.

“Saya berharap pada seluruh MPC yang terbentuk untuk sama-sama mendorong daerah tersebut agar terbentuk kepengurusan, karena di sana banyak para senior-senior Pemuda Pancasila,’ ujarnya.

Menyikapi hal itu, Septri juga mengatakan ada 3 hal yg menjadi titik persoalan, yaitu SDM kadernya itu sendiri. Ada orang sangat solid atau totalitas tinggi terhadap PP,  ada yang sekedar sambilan dalam pekerjaan kalau ada waktu, dan ada orang yang hanya melihat peluang ketika ada keuntungan maka dia masuk PP.

“Ketiga hal tersebut, kita sama sama mengetahui satu sama lainnya. Untuk itu kita harus dapat memahami dan jeli melihatnya serta mampu mengefisiensikan masing-masing kelompok tersebut,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, dia juga menyampaikan bahw a tahun 2020 mendatang adalah panggung pesta demokrasi. “Kita tidak akan hanya sekedar bicara berapa jumlah anggota PP di Sumatera Barat. Tetapi kita harus bicara dengan data,” sebutnya.

Untuk itu, imbuh dia lagi, selepas pelatihan ini, kita harus punya target ke depan, dan bukan hanya sekedar acara ceremonial.

“Tetapi bagaimana kita harus mengaplikasikannya sehingga kita sebagai organisasi berbasis massa yang bersifat control sosial di tengah masyarakat, memiliki data basis-basis massa yang jelas,” pungkasnya.

Sementara itu, dalam pelatihan Admin KTA yang disampaikan oleh pemateri Hengki Naldo, seluruh peserta tampak antusias dan serius mendengar paparan yang disampaikan.

Menurut Hengki, pelatihan ini bertujuan untuk menertibkan dan menata kembali data keanggotaan kader Pemuda Pancasila, baik secara nasional maupun di wilayah.

“Aplikasi pengisian data anggota ini langsung terkoneksi dengan data pusat, sehingga tidak aka nada lagi oknum yang bias “bermain” dan mengeluarkan KTA abal abal,” tandasnya.

Untuk admin MPC, lanjut Hengki, hanya memiliki akses hingga ke MPW, dan begitu juga MPW, tidak bisa masuk ke aplikasi MPN.

“Setelah PAC mengusulkan data calon anggota dan disetujui oleh MPC, maka MPC akan mengajukan ke MPW yang akan dilanjutkan ke MPN. Setelah di Aproove oleh MPN maka MPW akan menerbitkan KTA sementara, yang dapat diakses di apliaksi KTA yang bertujuan untuk dapat di revisi jika ada kesalahan data. Kemudian MPW akan menerbitkan KTA yang bersangkutan,” terangnya. (ap) 

Ini Link Videonya:

https://www.youtube.com/watch?v=KMNtldAkf6A 

 

 





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)