Purbalingga

Merasakan Sensasi Petik Kopi Bersama Para Tentara

Warta Andalas | Selasa, 17 April 2018 - 14:23:00 WIB | dibaca: 164 pembaca

WARTA ANDALAS, PURBALINGGA - Kecamatan Karangjambu umumnya, Desa Karangjambu khususnya dikenal sebagai penghasil beberapa produk perkebunan.  Tercatat ada tanaman gelagah yang menjadi bahan dasar sapu glagah, kapulaga yang digunakan sebagai campuran berbagai obat-obatan, kayu sengon dan yang belum banyak diketahui orang adalah kopi Karangjambu.

Dalam rangka mempromosikan keunggulan kopi Karangjambu, satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) membantu salah satu warga memetik kopi yang selanjutnya untuk diolah dan dipasarkan. Serda Sebo Wahono dan Serda Hadmino diketahui ikut membantu Warisem (55) warga desa Karangjambu untuk memanen dan memetik kopi.

Warisem mengaku senang dirinya dibantu para anggota TNI yang sedang TMMD di desanya. Dia berharap, kopi Karangjambu agar lebih dikenal di seluruh daerah agar perekonomian warga Karangjambu menggeliat. Memang selama ini kopi Karangjambu belum banyak diketahui masyarakat karena pemasaran serta kurangnya publikasi dari pihak terkait.

“Kami senang dengan adanya TMMD di desa kami karena banyak kegiatan sosial seperti yang saya rasakan sekarang. Semoga kopi kami dikenal luas di berbagai daerah karena bisa mendongkrak perekonomian kami,” katanya.

Serda Sebo Wahono, salah satu prajurit TNI yang membantu memetik kopi menuturkan, petani kopi di Karangjambu mempunyai jumlah yang tidak sedikit. Dia menambahkan, hal itu bisa menjadi potensi tersendiri bagi daerah yang jauh dari pusat kota Purbalingga itu. Karangjambu memang berkali-kali menjadi daerah pemusatan untuk beberapa komoditas seperti kedelai. Bukan tanpa alasan, ketersediaan lahan yang masih mencukupi ditengarai menjadi pilihan dinas terkait untuk melakukan hal itu.

Mantan kepala Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Karangjambu, Sarwanto berujar, kopi Karangjambu memiliki kekhasan yang tidak dimiliki daerah lain. Menurutnya, tanah Karangjambu memang cocok ditanami berbagai macam tanaman dan komoditas seperti kopi. Penggunaan pupuk kimia yang tidak begitu masif dipercaya menjadi penyebab masih produktivnya tanah Karangjambu.

“Warga Karangjambu masih menjaga kearifan lokal. Tanahnya masih sangat subur untuk ditanami berbagai jenis tanaman,” pungkas Sarwanto. (PI-8)





Komentar : 1
cara mengobati kista
17 April 2018 - 17:07:10 WIB
enak sepertinya
****s://lnkd.in/fkk3q-9
<<< 1 >>>


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)