Opini

By: Metta Iskandar (Pengamat Sosial)

Medsos dan Konspirasi Bala Bala

Warta Andalas | Selasa, 10 April 2018 - 21:36:54 WIB | dibaca: 619 pembaca

Segelintir manusia di Medsos Indonesia, sangat hobi berteori konspirasi tentang situasi politik dalam negeri dan mengajak orang dengan segala cara untuk mempercayainya.

Lucunya, pembaca postingannya banyak yang langsung menelan bulat-bulat teori/gagasan (analisa ngawur) tersebut.

Dan terkadang, klaim-klaim mereka teramat menggelikan.

Hal yang sederhana, mainstream dan bisa dijelaskan dengan mudah dan logis, mereka tolak dengan brutal.

Mereka yakin dan percaya dengan penjelasan yang berbelit. Semakin rumit semakin logis dimata mereka.

Mereka tampak seperti orang-orang rasional yang mampu menilai bukti dan sampai pada kesimpulan logis. Kenyataannya, mereka hanya kelompok manusia yang sangat hobi menyusuri lorong-lorong kegilaan di otaknya.

Mereka sering abai, bahwa objek yang mereka bahas cuma sesama manusia, yang seringnya bahkan bukan manusia-manusia yang otaknya canggih-canggih amat.

Bisa begitu yes?!

Bisa banget...

Jawaban sederhananya adalah, fakta dan argumen rasional betul-betul tidak cukup bagus untuk mengubah keyakinan orang.

Itu karena otak rasional kita (kitaaa?? lo aja keles!) dipasangi “kabel keras” evolusioner yang tidak begitu berkembang.

Salah satu alasan mengapa teori konspirasi kelas “bala-bala” bermunculan begitu sering adalah, keinginan kita untuk memberlakukan suatu struktur atas dunia dan kemampuan luar biasa untuk mengenali pola-pola.

Jadi gimana dong?!

Ya gak gimana-gimana...gue pribadi sih seneng aja bacanya. Lumayan dijadiin hiburan murah, modal quota sembari ngemil bala-bala.

Ra sah ngarep gue jelasin panjang dan detail biar kalian ngerti.

Ngeri kalian para kaum konspirator kelas daki gigi malah jadi pada pinter. Rugi di gue dong, jadi ilang hiburaaaaan...

Bala-bala cyiiiiin?!. (**)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)