Agam

Maninjau Baralek Gadang Selama Tujuh Hari

Warta Andalas | Rabu, 12 September 2018 - 18:50:18 WIB | dibaca: 197 pembaca

WARTA ANDALAS, AGAM - Pemerintah Kenagarian Maninjau meriahkan tahun baru islam dengan baralek Gadang di Jorong Pasar Maninjau selama tujuh hari berturut, Jum'at hingga Rabu (7-12/9).

Acara yang digelar dengan 300an pawai obor oleh anak didikan subuh itu makin diramaikan dengan hadirnya para perantau Maninjau yang selalu pulang Basamo pada tanggal satu Muharram tersebut.

Kemeriahan ditepian danau Maninjau itu tak lepas dari kesenian asli Minang Kabau, mulai dari pertunjukan tambur atau tambua, penampilan tarian asli Minang Kabau, berbagai lomba religius hingga ditutup dengan Halal bi Halal dan makan bajamba.

Wali Nagari Maninjau, Alfian bersama Kaur Keuangan, Zulfina Rahayu mengatakan agenda ini dilaksanakan tiap tahun dan juga terus dijadikan moment pulang basamo oleh perantau Maninjau.

"Acara baralek Gadang ini merupakan suatu moment masyarakat dalam terus mempertahankan silaturahmi antara perantau dan warga maninjau yang tinggal di Kampung dan tentu sebagai bukti bahwa di Maninjau tahun baru islam lebih meriah dari tahun baru  Masehi," ujarnya.

Salah seorang perantau, Junaidi mengungkapkan, ini merupakan salah satu moment dalam mempertemukan para perantau untuk membuktikan bahwasanya perantau maninjau itu kompak dan mampu terus menjalin silaturahmi dengan kampung halaman.

"Bersama kita harus buktikan bahwa kita perantau bisa. Jangan hanya slogan tinggal slogan saja. Buanglah apa yang tidak elok, ambil yang eloknya. Dan kedepan kita harus berpikir bagaimana kemajuan untuk Nagari yang kita ini," harapnya.

Malam terakhir acara, beberapa perantau menyempatkan diri mendiskusikan bagaimana seharusnya perantau Maninjau kedepannya dalam berbakti untuk Nagari.

Diantara perantau tersebut diantaranya Darwin Farman, Thamrin Jamain, Agusman Munir, Junaidi dan Aristo. Dalam diskusinya, mereka membahas terkait bagaiman penyelenggaraan event satu muharram dapat menjadi destinasi orang luar dalam mengunjungi kenagarian Maninjau.

"Saya harap kita kedepannya menyempatkan waktu membicarakan bagaimana membuat event ini tidak sekedar dinikmati orang Maninjau saja, namun dapat juga menjadi daya tarik tersendiri bagi orang luar mengunjungi kenagarian Maninjau," ujar Thamrin yang sehariannya sekarang di Jakarta itu.

Karena lanjutnya, jika ivent ini dibuat lebih besar tentu masyarakat akan mendapat multy efeknya sendiri seperti penuhnya homestay dan banyaknya pembeli. "Tentu maninjau akan dapat lebih dikenal oleh masyarakat luar," pungkasnya. (zek)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)