Parsenibud

Lestarikan Budaya, Pemuda Korong Kotorajo Sunur Belajar Bermain Gandang

Warta Andalas | Rabu, 16 Oktober 2013 - 17:02:30 WIB | dibaca: 1381 pembaca

WARTA ANDALAS,  PARIAMAN - Begitu derasnya budaya luar yang masuk kenegeri kita ini semakin membuat generasi muda kita lupa akan adat dan budaya. “Hal itu terlihat jelas didalam pergaulan remaja sekarang,” ujar Saiful Amri, Walikorong Kotorajo Sunur kabupaten Padang Pariaman disela-sela latihan bermain Gandang (gendang), Selasa (15/10) kemarin.

Untuk itu, lanjut dia, saya dan pemuka masyarakat serta ninik mamak dan urang tuo Korong Kotorajo menggalakan program tentang pemahaman adat dan budaya terhadap anak  usia dini,

“Contohnya, sekarang ini remaja Korong Kotorajo Sunur belajar bermain Gandang (gendang) yang bertujuan agar disaat acara-acara tertentu seperti Baralek serta penyambutan tamu dari luar, kita bisa menampilkan putra kampung kita sendiri,”ujarnya.

Menurutnya, selama ini setiap ada acara selalu kelimpungan untuk mencari pemuda kampung untuk bermain gendang. Kalaupun ada pemuda, tapi mereka tidak mangerti cara bermain gendang. “Tidak lucu rasanya bila kita setiap ada acara selalu memakai dan menyewa pemuda kampung sebelah untuk bermain gendan. Maka dari itu kami selaku pemuka masyarakat  Korong Kotorajo Sunur menggalakan program ini,paparnya.

Selain bermain gendang, kata dia, kami juga mengajarkan kata-kata Sutinah Kato (sesambahan). “Kalau tidak dari sekarang, kapan lagi dan pabila dibiarkan saja bisa bisa anak cucu kemenakan kita bisa lupa akan adat dan budaya kita sendiri ujar,” Saiful Amri.

Guna mendukung pelestarian budaya ini,imbuh dia, tentunya sangat dibutuhkan dukungan moril dari masyarakat desa Kotorajo Sunur.

Masih ditempat yang sama, Chandra, salah seorang pemuda Kotorajo mengatakan bahwa dengan adanya hal separti ini tentunya akan membawa dampak yang positif bagi pemuda kampung.

bBegitu juga halnya dengan Ridwan, yang juga sebagai mamak bagi kamanakan di daerah tersebut mengatakan bahwa kegiatan seperti ini sangat perlu diterapkan kapada anak keponakan kita sejak dini.

“Dengan adanya kegiatan seperti ini, kami selaku orang tua dan mamak bagi keponakan sangat mendukung,”ujarnya, tampak serius. (derry)

                                                                                   





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)