Dharmasraya

Lagi, Warga Dharmasraya Tolak Revisi UU LLAJ

Warta Andalas | Senin, 09 April 2018 - 19:37:09 WIB | dibaca: 450 pembaca

WARTA ANDALAS, DHARMASRAYA - Rencana revisi UU nomor 22 tahun 2009 yang akan di gulirkan DPR RI dengan Kemenhub RI menuai pro dan kontra dikalangan masyarakat, terkait sepeda motor sebagai sarana transportasi umum.

Di Kabupaten Dharmaraya sendiri, hal ini juga menjadi polemik tersendiri. Banyak masyarakat yang tidak menyetujui rencana pemerintah dalam menjaduikan sepeda motor sebagai sarana transportasi umum.

Dengan adanya renacana Rencana revisi UU nomor 22 tahun 2009 yang akan di gulirkan DPR RI tentang sepeda motor sebagai sarana transportasi umum. Dengan wacana tersebut, akan mengundang ketidak nyamanan nantinya keselamtan tidak akan terjamin.

Demikan disampai kan oleh Sekrtaris Orgada Kabupaten Dharmasraya, Jhon Hendri yang akrab di panggil Ujang, saat ditemui di Pulau Punjung, Senin  (09/04).

Ia mengatakan, dengan adanya Rencana revisi UU nomor 22 tahun 2009 tentang menjadikan sepeda motor sebagai sarana transportasi umum.ini sangat mengawatirkan sekali tentang keselamatan penumpang sepada motor tersebut.

Sebab, menurutnya, kabupaten Dharmasraya terletak di daerah yang stregis dan banyak daerah perkebunan baik perkebunan sawit dan perkebunan karet, dan permukiman masyakarat yang sangat jauh, apa bila rencana revisi UU nomor 22 tahun 2009 tentang menjadikan sepeda motor sebagai sarana transportasi umum.

“Jadi kalau dilihat dari aspek ekonominya untuk menjadikan sepeda motor  sebagai sarana transportasi umum, tidak akan sesuai,” ujarnya.

Hal ini, lanjut Jhon, juga dipengaruhi oleh mayoritas pekerjaaan masyarakat kabupaten Dharmasrya adalah berkebun. Dan apabila terjadi kecelakan atau tindakan criminal, siapa yang bertanggungjawab?. “Ini sangat merugikan dan memberikan was-was kepada keluarga yang berada di rumah,” tandasnya.

“Saya berharap jangan disahkan tentang menjadikan sepeda motor sebagai sarana transportasi umum. ini sangat mengkhawatirkan kepada rakyat kecil yang berada di daerah, terutama di daerah pedesaan yang terpelosok,” ucap Jhon Hendri. (tim)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)