Lintas Provinsi

Kunci Alat Berat Disita Oknum TNI, Penanaman Perdana Sorghum Terancam Gagal

Warta Andalas | Rabu, 13 Februari 2019 - 20:04:57 WIB | dibaca: 10831 pembaca

WARTA ANDALAS, PANGKALPINANG - Penanaman perdana Sorghum di lahan Pemerintah Pemprov ( Pemprov ) Kepulauan (Kep) Bangka Belitung (Babel) yang semula dijadwalkan pada tanggal 17 Februari 2019, terancam gagal. Pasalnya, tiga (3) kunci alat berat PC milik Pemprov Babel dan HPI Babel  yang saat itu sedang bekerja melakukan pendalaman dan pelebaran kolong ex tambang di lahan Islamic Center milik Pemprov Babel, disita oleh oknum perwira TNI salah satu institusi di kabupaten Bangka Tengah.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun oleh Jurnalis Babel, Lahan Islam Center Pemprov Babel tersebut yang telah rusak akibat penambangan ilegal akan ditanam dan budaya tanaman Sorghum.

Diketahui, Pemprov Babel telah menggandeng organisasi pers Himpunan Pewarta Indonesia (HPI) Babel untuk menyukseskan program gerakan tanam dan budidaya tanaman sorghum di beberapa lahan milik Pemprov yang telah rusak akibat penambangan illegal. Salah satunya di lahan Islamic Center Parit Enam. Dalam hal tersebut HPI Babel diberikan kepercayaan oleh Pemprov Babel untuk melakukan rehabilitasi dan restorasi di lahan tersebut, dengan menggandeng mitra/pengusaha.

Sebelumnya, HPI Babel dan mitra Pemprov Babel sudah melakukan pekerjaan pemerataan dan penimbunan kolong eks tambang di lahan Islamic Center seluas 4 hektar dari luas keseluruhan 9 hektar.

" Memang benar, saat itu kita diintruksikan oleh Pemprov Babel melakukan pendalaman dan pelebaran kolong bekas tambang untuk dibuat kolong sumber air utk keperluan penyiraman tanaman sorghum dan keperluan lainnya ," ujar Rikky Fermana, Ketua HPI Babel saat dihubungi oleh Jurnalis Babel, Rabu (13/2/2019).

Menurutnya, pihaknya sudah berupaya menemui pihak perwira Korem 045 Gaya, namun tidak ada penyelesain dan tidak jelas apa permasalahannya. 

Sementara itu, Deddy Hartady, Koordinator tim Sorghum Babel yang ditunjuk oleh Pemprov Babel yang mengkoordinir  proyek gerakan tanam dan budidaya tanaman sorghum Babel serta penanaman perdana di lahan Islamic Center Parit Enam milik Pemprov Babel, membenarkan bahwa kunci alat berat PC mitra HPI Babel disita oleh oknum perwira TNI.

"Saya nggak tahu apa alasan mereka menyita atau melarang kita melakukan pendalaman dan pelebaran kolong eks tambang, dan HPI Babel bekerja disitu atas instruksi Gubernur Babel. Padahal itu lahannya milik Pemprov Babel, kenapa bersikap arogan seperti itu," kata Deddy Hartady.

Sementara itu, saat jurnalis Babel menghubungi salah satu pejabat Korem 045 gaya,  Letkol Inf. Uchi Tambayong Kasrem 045 Gaya untuk mengkonfirmasi terkait penyitaan 3 (tiga) kunci alat berat eksavator, melalui pesan singkat WA (WhatsApp--red) " silahkan ke kasi Ops saja". (tim)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)