Hukrim

KPK Tetapkan NH (Karo Perencanaan dan Organisasi Bakamla) Tersangka

Warta Andalas | Kamis, 13 April 2017 - 10:10:39 WIB | dibaca: 116 pembaca

WARTA ANDALAS, JAKARTA - Dalam pengembangan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi menerima hadiah atau janji kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara pada Badan Keamanan Laut (Bakamla) Republik Indonesia, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan lagi satu orang sebagai tersangka, yaitu NH (Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Badan Keamanan Laut Republik Indonesia.

Tersangka NH selaku  Karo Perencanaan dan Organisasi Bakamla RI sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) diduga bersama-sama menerima hadiah atau janji padahal diketahui atau patut diduga bahwa hadiah tersebut diberikan untuk menggerakkan agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya terkait proses pengadaan satelit monitoring di Bakamla RI pada Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBNP) tahun 2016 dengan nilai kontrak Rp 220 miliar.

Atas perbuatannya tersebut, NH disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana.

NH adalah tersangka ke-5 dalam kasus ini. Sebelumnya, KPK telah menetapkan 4 orang sebagai tersangka. Mereka adalah ESH (Deputi Bidang Informasi, Hukum dan Kerja sama Badan Keamanan Laut RI), FD (Swasta), HST (Swasta) dan MAO (Swasta). Penetapan keempatnya sebagai tersangka bermula dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada pertengahan Desember 2016 di Jakarta. FD, HST dan MAO saat ini tengah menjalani proses persidangan di Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat. Sedangkan tersangka ESH masih dalam proses penyidikan.(rel)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)