Hukrim

KPK Tetapkan 4 Tersangka OTT Suap DPRD Kota Mojokerto

Warta Andalas | Rabu, 21 Juni 2017 - 10:21:29 WIB | dibaca: 207 pembaca

WARTA ANDALAS, JAKARTA - Berdasarkan hasil pemeriksaan dan gelar perkara yang dilakukan sebagai tindak lanjut dari kegiatan operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan bukti permulaan yang cukup untuk menetapkan 4 orang sebagai tersangka. Keempat tersangka tersebut adalah PNO (Ketua DPRD Kota Mojokerto), UF (Wakil Ketua DPRD Kota Mojokerto), ABF (Wakil Ketua DPRD Kota Mojokerto) dan WF (Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kota Mojokerto).

Tersangka PNO selaku Ketua DPRD Kota Mojokerto bersama-sama dengan UF dan ABF selaku Wakil Ketua DPRD Kota Mojokerto diduga menerima hadiah atau janji dari WF agar Anggota DPRD Kota Mojokerto menyetujui pengalihan anggaran dari anggaran hibah PENS (Politeknik Elektronika Negeri Surabaya) menjadi Anggaran Program Penataan Lingkungan pada Dinas PUPR Kota Mojokerto Tahun 2017 senilai sekitar Rp 13 miliar.

Tersangka PNO, UF dan ABF yang diduga sebagai pihak penerima, disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo. pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana.

Sementara, tersangka WF diduga sebagai pemberi disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau pasal 5 ayat (1) huruf b atau pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo. pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana.

Sebelumnya, KPK mengamankan sejumlah orang dalam kegiatan Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Jumat (16/6) hingga Sabtu dini hari (17/6) di Mojokerto, Jawa Timur. Sekitar pukul 23.30 KPK mengamankan PNO, UF dan H di kantor DPP PAN. Dari dalam mobil milik H, tim menemukan uang Rp 300 juta.   Pada saat yang bersamaan, tim juga mengamankan WF di sebuah jalan di Mojokerto dan mengamankan uang Rp 140 juta. Kemudian Tim KPK berturut-turut mengamankan ABF dan T di kediaman masing-masing. Dari tangan T, tim mengamankan Rp 30 juta. Setelah menjalani pemeriksaan awal di Markas Kepolisian Daerah Jawa Timur, keenamnya diterbangkan ke Jakarta pada Sabtu (17/6) untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di Gedung KPK. Sampai saat ini H dan T yang diduga sebagai perantara kedua pihak, masih berstatus sebagai saksi.(rel)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)