Solok

Kota Solok Miliki Potensi Ternak Terbesar di Sumbar

Warta Andalas | Rabu, 12 September 2018 - 19:00:46 WIB | dibaca: 147 pembaca

WARTA ANDALAS, SOLOK - Ternyata, Kota Solok memiliki potensi ternak terbesar di Sumbar tapi sayangnya belum terkoordinir dengan baik. Baik dalam pembinaan maupun dalam alih tekhnologi pembuatan pakan ternak tersebut. Besarnya potensi peternakan sapi di Kota Solok, seolah terlupakan. Buktinya, Rabu (12/9) digelar kontes dan pameran ternak yang menampilkan ternak-ternak unggul dengan beratnya bahkan lebih dari satu ton.

Ternak yang ikut kontes ini merupakan ternak milik masyarakat dan dibudidayakan oleh masyarakat secara mandiri. Pada umumnya ternak yang ditampilkan merupakan ternak sapi berjenis sapi simental dan kambing jenis PE dan etawa. Tapi berkat ketelatenan para peternak sapi dan masyarakat pemilik sapi, sapi simental yang harga awalnya Rp. 25.000.000,- setelah tujuh belas bulan dengan berat 1, 8 ton dihargai kisaran Rp. 75.000.000,- sampai Rp. 100.000.000,-. 

Reiner, ST, MM, Dt. Intan Batuah, Wawako Solok menyebutkan ternak sapi tidak mesti memiliki lahan yang luas. Bahkan makananya merupakan makanan limbah seperti ampas tahu, batang jagung, dan jerami termasuk dedaunan apalagi jika di Kota Solok terdapat pohon sawit. Untuk satu ekor sapi saja petani bisa menghasilkan uang antara Rp. 5.000.000,- sampai Rp. 25.000.000,- apalagi jika petani memiliki sapi lebih dari satu, berapa keuntungan yang diperoleh petani setiap kali panen.

Mengingat potensi ini, Reiner, menekankan pada camat dan lurah untuk mendata peternak yang ada di Kota Solok, dan siapa yang betul-betul serius dalam beternak. Yang serius inilah yang dibantu agar terus berkembang dan menghasilkan ternak berkualitas. Sementara, yang lainnya akan dilatih dan dibina agar fokus dalam usaha sapi pedagang.

Ikhvan Marosa, Kepala Dinas Pertanian Kota Solok menuturkan kontes dan pameran sapi atau ternak ini digelar untuk mengetahui sebesar apa potensi ternak sapi di Kota Solok. Terutama yang dikelola langsung oleh masyarakat baik secara berkelompok maupun perorangan. "Kedepan, Dinas Pertanian akan mendata jumlah peternak aktif baik berkelompok maupun perorangan. Dengan data ini Dinas Pertanian akan mulai melakukan pembinaan terhadap kelompok dalam mengembangkan usaha ternak sapi" Ujar Ikhvan. 

Drs. H. Erinaldi, MM, Kadis Peternakan Propinsi Sumbar didampingi Kabid Produksi Efdal Kavri mengungkapkan kontes dan pameran ternak ini merupakan salah satu upaya dalam mengangkat potensi ternak yang ada di Kota Solok. Kedepan, pemko Solok harus mampu bangun area peternakan yang luas dan menjadi pusat kembang biak ternak sapi seperti ternak sapi di Padang Mangatasi dan Pasaman Barat.

Dengan jumlah sapi yang ikut kontes, sebanyak 16 sapi dan 8 kambing dari jenis kambing etawa, sudah tergambar bahwa Kota Solok punya potensi dalam pengembangbiakan sapi terutama sapi simental dan kambing etawa. "Kontes ini merupakan motivator bagi peternak lainnya untuk dalam beternak. Sehingga peternak termotivasi untuk berusaha dalam pengembangbiakan ternak sapi" Katanya.

disatu sisi beternak membantu petani dalam mengatasi limbah pertanian berupa jerami dan jagung. Jerami dan batang jagung ini difermentasi dan diolah menjadi pakan ternak, dengan luas lahan satu hektar, jarak 20 cm, akan bisa ditanam 1.200 batang jagung. disatu sisi kita dapat ternak yang gemuk dan disisi lainnya kita juga panen jagung. artinya Kota Solok bisa jadi sentra daging sekaligus jagung karena besarnya potensi pertanian dan peternakan. (Zfk)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)