Solok

Kota Solok Berbenah, Galakan Syi’ar Islam

Warta Andalas | Selasa, 04 Desember 2018 - 14:41:53 WIB | dibaca: 141 pembaca

WARTA ANDALAS, SOLOK - Beberapa tahun belakangan, pemerintah Kota Solok sedang membangun sebuah identitas yang mengarah pada suasana kehidupan religi dan bernuansakan islami. Pembangunan nuansa islami ini dicetuskan pada saat pemerintahan ini mulai mendeklarasikan  visi misinya berupa “Kota Solok Kota Beras Serambi Medinah”. Mendukung semua itu, dalam perjalannnya pemerintahan daerah Kota Solok bersama-sama dengan DPRD Kota Solok, didukung oleh ninik mamak serta masyarakat mulai membangun dan merenovasi beberapa tempat ibadah, sehingga tempat ibadah tersebut menjadi sangat layak untuk dalam mendukung visi dan misi pemerintahan kota Solok saat ini. Pembangunan tempat ibadah merupakan salah satu prioritas dalam mewujudkan visi dan misi Kota Solok selama lima tahun kedepan. Tempat ibadah yang layak, dan bersih serta tempat berwudhuk yang memenuhi syarat, bersih, dan nyaman.

Dengan kondisi tempat ibadah yang bersih dan nyaman akan menjadikan masyarakat menjadi tertarik dan betah untuk datang ke mesjid untuk beribadah, baik sendiri-sendiri maupun untuk sholat berjama’ah, apalagi jika dimesjid tersebut dilengkapi dengan sarana prasarana memadai plus iman mesjid yang bersuara indah merdu. Bias dipastikan, setiap jemaah yang hadir dan ikut sholat berjama’ah akan terharu dan menitikan air mata, seolah ketika itu sedang berdiri dihadapan Allah subhannaLLAHi wa Ta’alla.  Artinya, mewujudkan sebuah visi “Kota Solok Kota Beras Serambi Medinah” harus didahului dengan upaya pemerintah Kota Solok membenahi sarana dan prasarana tempat ibadah, mulai dari mesjid, Musholla, Sound System, Imam, dan kepengurusannya. Jika sinergi semua komponen yang ada dalam sebuah mesjid, mushola, ataupun organisasi maupun kelompok pengajian berupa majelis takhlim, dapat terkoordinasikan dengan baik, maka bisa dipastikan visi “Kota Solok Kota Beras Serambi Medinah” bakal terwujud, apalagi visi tersebut didukung oleh ninik mamak, tokoh masyarakat, serta lembaga DPRD Kota Solok.

Dan alunan serta lantunan ayat suci Al Qur’an akan terdengar saling bersahutan disetiap sudut Kota Solok terutama pada saat masuk waktu Sholat lima waktu dimana azan dengan indahnya memanggil kaum muslim untuk segera menunaikan sholat berjama’ah dimesjid maupun mushola, seolah-olah seperti berada di Kota Medinah, dimana di Medinah alunan ayat suci Al Qur’an selalu terdengar setiap hari, indah dan merdu. Sebuah upaya yang ingin diwujudkan Zul Elfian, SH, MSi, Dt. Tianso Walikota Solok dan Reiner, ST, MM, Dt. Intan Batuah Wakil Walikota Solok.

Selain itu, pemerintah Kota Solok juga menggalakan Magrib Mengaji, malam Bina Iman dan Tagwa (Mabit), Safari Dakwah, Subuh Berjamaah, dengan tujuan agar masyarakat kembali kepada khitahnya sebagai seorang umat islam dan muslim sebenarnya. Untuk diketahui, saat ini betapa berbahayanya pengaruh buruk dari bermacam pergaulan yang berkembang saat ini ditengah-tengah masyarakat dan generasi muda Kota Solok. Pengaruh gadget, internet, dan paling parah pengaruh narkoba, dimana dari data Badan Narkotika Propinsi Sumatera Barat, Kota Solok berada pada level 2 dan ini tidak bisa dibiarkan. Kita jangan melihat data ini sebagai sebuah aib tapi jadikan cambuk bahwa betapa berbahayanya pengaruh narkoba tersebut. Pada dasarnya data ini bertujuan untuk membangunkan kita agar jangan lengah terhadap pergaulan dan perkembangan anak-anak kita serta membiarkan mereka tanpa ada pengawasan dari kita sebagai orang tua. Narkoba merupakan salah satu zat adiktif yang sangat besar pengaruhnya pada generasi muda, menjalar kesetiap sendi kehidupan masyarakat, merusak, dan menghancurkan masa depan siapa saja yang berani coba-coba mendekatinya, apalagi ikut memakainya.

Program magrib mengaji, subuh berjama’ah, Mabit, dan safari Dakwah merupakan salah satu solusi dalam memberikan penerangan, pencerahan, pemahaman, kepada generasi muda serta masyarakat. Dengan program tersebut generasi muda diajak untuk mendalami ajaran agama, baca Al Qur’an, dan melalui thausyiah, ceramah-ceramah agama diharapkan anak-anak kita dapat diberikan pemahaman akibat buruk jika hidup tidak berpegang pada tali Allah SubhannaLLAHi wa Ta’alla. Program ini seyogyannya harus didukung penuh, walaupun belum memperlihatkan hasil maksimal, tapi tetap harus didukung, karena manfaatnya lebih banyak dari pada mudhoratnya.

Penulis akan sedikit mengutip pernyataan mantan Presiden RI, BJ. Habibie, pencipta Pesawat terbang, otaknya pintar, dan hingga hari ini kehebatannya masih diakui dunia. Habibie mengatakan dihadapan penguasa dunia, saat kongres umat Islam di Kairo Mesir, “Saya diberikan kenikmatan oleh Allah ilmu technology sehingga saya bisa membuat pesawat terbang, tapi sekarang saya tahu bahwa ilmu agama itu lebih manfaat untuk umat Islam. Kalo saya disuruh memilih antara keduanya maka saya akan memilih ilmu Agama. Saat ini Istri sudah meninggal, tangan menggigil karena lemah, penyakit menggerogoti sejak lama, duduk tak enak, berjalan pun tak nyaman, untunglah seorang kerabat jauh mau tinggal bersama menemani beserta seorang pembantu. Namun, saat tua seperti ini dia 'Merasa Hampa', ada 'Pilu Mendesak' disudut hatinya”. Ini adalah jeritan hati seorang manusia hebat,hidupnya sukses, tapi merasa ada yang kurang pada dirinya walaupun Allah berikan otak pintar kepadanya. Bagaimana dengan kita yang setiap hari berkutat dengan kehidupan dunia, sehingga lupa  mendidik anak dan mengajarkannya ilmu agama, kecuali ilmu agama yang diberikan guru mengaji di mesjid dan surau.

Jadi sudah sepantasnya kita dukung program pemerintah Kota Solok berupa subuh berjama’ah, magrib mengaji, mabit, dan menghadirkan mereka dalam majelis takhlim maupun safari dakwah. Semua ini dilakukan untuk kebaikan anak-anak kita generasi muda Kota Solok. Kota Solok harus berbenah dan galakan syi’ar Islam dengan memberikan teladan kepada anak kita dengan memulainya dari diri kita sendiri sebagai orang tua. Penulis masih ingat kata Zul Elfian, Dt. Tianso, SH, MSi, Walikota Solok, dimana dia sangat berkeinginan menjadikan Kota Solok sebagai pusat Syi’ar Islam dan mewujudkan visi misinya. “Saya ingin Kota Solok tempat lahirnya para Tahfidz dan Tahfidzah, tempat berdirinya pusat pengetahuan islam, tempat lahirnya cendikiawan islam, dan tempat lahirnya generasi muda islam”  semoga terwujud.(Zul)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)