Opini

Kota Padang Minim Penerangan

Warta Andalas | Kamis, 29 November 2018 - 08:35:42 WIB | dibaca: 191 pembaca

Padang sebagai ibu kota propinsi Sumatera Barat, tentu saja menjadi daerah yang sangat memiliki peran penting. Dimulai dari segala bentuk kantor adminstratif propinsi yang mengurus segala tugas pemerintah daerah, serta kantor kantor pusat Bank nasional yang juga membuka cabang di Sumbar ini.

Lalu, juga kantor kantor besar perindustrian lainnya yang juga ikut membuka cabang pusat mereka di Sumbar. Rumah sakit - rumah sakit besar yang menampung pasien dari luar daerah Padang. Dan juga letak universitas universitas ternama yang berada di Sumbar ini berada dikota Padang. Semua hal meliputi politik, kesehatan, perdagangan, perekonomian, dan juga pendidikan berpusat di kota Padang.

Hal ini menjadi salahsatu alasan kota Padang selalu memiliki banyak pengunjung atau bahkan masyarakat yang pindah untuk berdomisili di kota Padang saja. Tentu saja dengan banyaknya pengunjung atau juga masyarakat yang berdomisili di kota Padang ini, membuat pemerintah kota Padang harus lebih giat dalam memberikan fasilitas umum yang bisa membantu kehidupan masyarakat.

Seperti misalnya secara rutin melakukan perbaikan jalan yang rusak, menyediakan halte - halte bus kota, mengatasi sampah sampah yang ada dan juga salahsatu hal yang sangat penting bagi masyarakat ialah penerangan kota, ketika malam hari.

Kenapa kota Padang dinyatakan sebagai salahsatu kebutuhan masyarakat yang menjadi urusan pemerintah kota?, karena penerangan kota menjadi hal yang sangat teramat penting bagi masyarakat ketika malam hari, dimana penerangan jalan bisa membantu dalam mengurangi tingkat kriminalitas di daerah pemukiman.

Penerangan juga bisa membantu masyarakat untuk tidak melakukan tindakan asusila yang tidak pantas. Selain itu, penerangan juga sangat dibutuhkan bagi pengendara baik itu kendaraan roda 2, roda 4, atau lebih.

Dengan adanya penerangan yang baik, maka pengendara bisa melihat jalan dengan jelas sehingga mereka bisa melihat pejalan kaki yang tengah menyebrang jalan, atau lobang yang ada dijalan, sehingga terhindar dari kecelakaan.

Seperti yang kita tahu, Padang juga menjadi salahsatu daerah jalan lintas luar kota. Hal ini tentu saja menjadikan kota Padang banyak dilalui pengendara.

Dan bahkan masalah penerangan ini menjadi salahsatu pajak yang masyarakat bayar, yang diatur dalam Undang – Undang terkait pajak. Pajak merupakan sumber pendapatan terbesar bagi kas negara. Sebagai sumber kas negara yang paling besar, pemungutan dan pengenaan pajak ini wajib dibayar oleh warga negara.

Pajak telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 yang dimana salah satu dari pajak tersebut termasuk di dalamnya Pajak Penerangan Jalan. Pajak Penerangan Jalan adalah salah satu dari pajak Kabupaten/Kota. Instansi yang terkait dalam Pajak Penerangan Jalan ini adalah Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPKA) Perusahaan Listrik Negara (PLN) di Kota Padang.

Namun sayangnya permasalahan penerangan kota ini yang sebenarnya telah diatur dalam UU dan juga menjadi salah satu pajak yang dibayarkan ini berjalan tidak seperti yang masyarakat kota Padang harapkan dan inginkan. Dimana masih terdapat beberapa titik dikota Padang ini yang tidak memiliki penerangan.

Ironisnya, hal ini tidak pernah menjadi suatu hal yang diperhatikan oleh pemerintah kota. Padahal jika mengingat kembali masalah penerangan kota dan jalan, adalah salahsatu masalah yang seharusnya ditangani oleh pemerintah.

Masalah penerangan ini tentu saja mengganggu masyarakat. Namun tetap saja ketika mereka keluhkan, pemerintah tidak pernah menanggapi keluhan mereka.

Daerah pertama yang tidak memiliki penerangan lampu jalan ialah jalan raya Bypass kota Padang. Jalan yang menjadi salahstau akses utama menuju pelabuhan Teluk Bayur, bandara Internasional Minangkabau, kampus Universitas Andalas bagian Limau Manis, perusahaan Semen Padang dan juga kota Solok ini, tidak memiliki penerangan yang memadai.

Ada beberapa titik jalan yang tidak memiliki lampu jalan, seperti misalnya dari awal simpang jalan akses bandara hingga simpang Lubuk Minturun.  Lucunya lagi, kantor walikota Padang ini berada di tepi jalan Bypass itu sendiri.

Apakah mereka sebagai pekerja di kantor walikota tidak pernah melewati jalan ini ketika petang hingga malam hari dan menyadari bahwa lampu jalannya tidak menyala?. Padahal jika dilihat lagi, di pembatas jalan sudah terdapat lampu lampu jalan yang sayangnya tidak hidup.

Hal ini tentu saja menjadi salahsatu penyebab tindakan criminal yang saat ini ramai dibicarakan yaitu begal, dan juga menjadi salahsatu penyebab banyaknya truk terperosok dan tabrakan yang terjadi pada malam hari karena para pengendara jalan tidak dapat melihat jalan dengan baik.

Daerah selanjutnya yang juga minim penerangan ialah daerah tepi pantai Padang atau biasa disebut Taplau. Dari dulu hingga kini selalu saja ditemukan pasangan yang berbuat tindakan asusila di sepanjang daerah tepi pantai ini.

Salahsatu penyebab hal ini terjadi, tentu saja karena minimnya penerangan di daerah ini seingga membuat beberapa pasangan berani saja berbuat hal hal yang tidak seharusnya di sana.

Dimulai dari jalan yang berada di muka Lapas Muara Padang hingga simpang menuju jalan jendral A. Yani, tidak memiliki penerangan selain penerangan yang berasal dari toko toko atau lapak lapak yang berada di tepi jalan.

Yang sangat disayangkan disini ialah lampu jalan dan penerangan sangat dimaksimalkan di daerah daerah yang mendekati monument kata “ Pantai Padang “ dan juga Tugu Merpati Padang.

Sehingga menimbulkan satu pertanyaan dibenak masyarakat kota Padang. Apakah pemerintah hanya memberi penerangan untuk daerah daerah yang menjadi icon kota padang saja?.

Hal ini juga didukung dengan adanya banyak penerangan di daerah sekitar Masjid Raya Sumatera Barat. Daerah disekitar masjid ini dibuat seterang mungkin oleh pemerintah. Dan bahkan masjid tersebut memiliki penerangan yang bisa dikatakan terlalu terang. Seperti banyaknya lampu yang menyinari halaman dan taman Masid raya itu sendiri.

Padahal Masjid tersebut juga sudah dipasangi beberapa lampu sorot disetiap sudut masjidnya. Ini bisa dikatakan hal yang sangat berlebihan karena jika dirasa Masjid tentu saja tidak teralu membutuhkan banyaknya penerangan di malam hari.

Hal ini sangat disayangkan karena pemerintah kurang memperhatikan keadaan penerangan di kota Padang. Karena juga ada beberapa titik pemukiman di daerah Padang yang lampu jalannya tengah rusak namun tidak pernah di perbaiki atau diperbaharui kembali. Sehingga menyebabkan keadaan sekitar sangat remang. Selain lampu rumah rumah warga yang menyala pada malam hari sebagai sumber penerangan sekitar masyarakat tidak memiliki sumber penerangan lainnya.

Alangkah lebih baik jika pemerintah peka terhadap keadaan sekitarnya. Terlebih lagi masyarakat seringkali mengeluh dan melaporkan keadaan ini pada pemerintah terdekat mereka seperti RT atau RW kampungnya. Namun kaduan atau laporan mereka tidak pernah ditanggapi oleh pemerintah.

 Terlebih lagi saya sebagai pengendara kendaraan yang selalu mengakses jalan Bypass sangat merasa sulit mengendarai kendaraan pada malam hari jika melalui jalan Bypass. Dan juga saya mengharapkan pemerintah bisa memberikan penerangan yang layak di jalanan kota padang agar terhindar dari kecelakaan dan hal hal buruk lainnya.

Jika rasanya pemerintah takut untuk membayar pajak penerangan secara besar, mungkin pemerintah kota Padang bisa mengalihkan lampu lampu yang berada disekitar tugu merpat dan Masjid Raya Sumbar pada lampu jalan dan lampu pemukiman warga saja.  (**)

 





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)