Lintas Provinsi

Konser Akbar "Bingkai Nusantara" Digelar

Warta Andalas | Rabu, 14 Maret 2018 - 21:47:18 WIB | dibaca: 128 pembaca

WARTA ANDALAS, PURWOKERTO - Kolaborasi seniman Banyumas hadir dalam Pagelaran Seni Budaya "Bingkai Nusantara", di halaman parkir Jurusan Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Kamis (15/3) malam. Suguhan seni mulai dari musik, pameran foto, lukisan, instalasi, tari, teater, pantomim, hingga aksi komunitas pecinta kopi hadir mengisi event tersebut.

Musisi indie, Sendy Noviko mengatakan, pagelaran ini digelar bersamaan dengan peluncuran album "Bingkai Nusantara" garapan proyek musik Ujung Kuku. Album ini sendiri digarap bersama sejumlah komunitas seni di Purwokerto.

"Sejak awal berkarya, project music Ujung Kuku ini juga melibatkan komunitas yang bakal mengisi pagelaran "Bingkai Nusantara". Tidak hanya musisi, ada juga komunitas tari, teater, hingga perupa," ujar Sendy yang juga penggagas event ini, di Purwokerto, Rabu (14/3).

Sendy mengatakan, mulai pukul 19.00 para penampil seperti musisi blues Banyumas, Gendit, grup band Ampas Kopi, band Ambar n Friends, violis Pandu dan Yono, pegiat Teater SiAnak, Teater Margin, Sedulur Pantomim Purwokerto, UKM Remoef, dan UKM Art Dance Club beraksi di panggung. Sementara itu di sekitar venue, para perupa dan fotografer muda dari UKM Senru, UKM Fotografi "Refleksi" memajang karya yang bisa dinikmati bersama suguhan kopi lokal dari Komunitas Juguran Kopi.

Pagelaran ini juga diisi dengan talkshow bersama pelaku seni, pekerja kreatif hingga dosen di Purwokerto. Mereka akan membahas persoalan keberagaman, proses kerja kreatif dan bedah karya seni.

Dia berharap peluncuran album ini juga memberikan dampak sosial. Oleh karena itu, dia melibatkan perupa yang melukis selama acara berlangsung dan hasilnya dilelang.

"Hasil dari lelang ini akan disumbangkan bagi korban bencana alam," kata dia. 

Terkait album "Bingkai Nusantara", gitaris sekaligus vokalis Ujung Kuku ini menuturkan, materi lagu yang digarap tersebut terinspirasi dari peristiwa pemilihan presiden tahun 2014 lalu. Hajatan politik ini memunculkan dua kubu entitas hingga berimbas pada masyarakat kecil. 

"Sedangkan untuk proses rekaman dimulai sejak Mei hingga November 2017," ujarnya. (hms)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)