Sijunjung

Koalisi Lansek Manih Siap Usung Liswandi dan Ashelfine di Pilkada Sijunjung

Warta Andalas | Selasa, 03 September 2019 - 21:21:08 WIB | dibaca: 74 pembaca

WARTA ANDALAS, SIJUNJUNG - Tak ada yang menduga, Jumat (30/8/2019), delapan partai politik (Parpol) di Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, membentuk koalisi. Menariknya lagi, koalisi itu diberinama "Koalisi Lansek Manih".

Kedelapan Parpol itu terdiri dari, Partai Demokrat memiliki 3 kursi di parlemen Sijunjung. Kemudian Partai Amanat Nasional (3 kursi), PKB (kursi), Nasdem (3 kursi), PKB (3 kursi) Golkar (3 kursi) Perindo (2 kursi), PDI P (2 kursi)  dan PBB (1 kursi) dengan total kursi di Koalisi Lansek Manih itu mencapai 20 kursi.

Ketua DPC Partai Perindo Sijunjung, Sasmi Ultriadi, pun tak menapiknya telah terbentuk Koalisi Lansek Manih itu. Lalu adakah kemungkinan persiapan menuju Pilkada 2020.?

"Yang pasti membentuk koalisi untuk alat kelengkapan dewan. Kalau soal Liswandi (Ketua DPC Demokrat-red) dan Ashelfine "Pepen" (Ketua) DPD PAN maju bersama kenapa tidak dan itu kalau sudah ada kesepakatan dan sah-sah saja," jawab Sasmi Ultriadi pada awak media, Jumat (30/8/2019) politis.

Hal yang sama pun tak ditampik Ashelfine "Pepen" dan Liswandi. Dengan penuh senyum dan tawacanda mereka pun blak-blakan. "Ya, alhamdallah, kami siap maju bersama untuk Sijunjung lebih baik kedepan,"jawab Liswandi dan Pepen membenarkan telah terbentuknya Koalisi Lansek Manih itu.

Meski begitu, baik Pepen dan Liswandi serta Sasmi Ultriadi belum mengatakan kapan akan di Deklarasi Koalisi Lansek Manih itu.

"Yang pasti, secepatnya Koalisi Lansek Manih ini akan segera kita Deklarasikan," tambah Liswandi terang-terang siap maju bersama Pepen lewat jalur Koalisi Lansek Manih.

Artinya, dengan adanya Koalisi Lansek Manih, maka ada tiga Parpol yang belum berkoalisi.  Ketiga Parpol itu, yakni, Gerindra (4 kursi), PKS (3 KURSI) dan PPP (3 kursi). Nah, kemanakah arah ketiga Parpol tersebut, apakah akan membentuk koalisi bersama?

Ketua DPC Gerindra Sijunjung, Drs Syahril Syamra pun tak menapiknya. "Ya, saya juga sudah tau itu. Dulu saya juga pernah ikut. Tapi kalau koalisi sudah dil, kami juga sudah ada pembicaraan dengan PPP. Kalau PKS bisa bergabung ke kami (Gerindra dan PPP-red) akan lebih baik. Koalisi itukan untuk alat kelengkapan DPRD,"jawab Syahril Syamra lewat telepon selularnya, Jumat (30/8/2019).

Ketua DPC PPP Sijunjung, Alfian Kasir tak berhasil dihubungi. Hingga berita ini naik tayang telepon selular politisi PPP itu tak diangkat. Nah, kemana arah PPP dan PKS? Apakah buat poros baru atau bergabung dengan Gerindra? Kita tunggu jawabannya. Tapi Ingat, politik terkadang bisa berobah-obah, apalagi jika belum ada ikatan. Kemungkinan-kemungkinan bisa saja terjadi. Bak kata orang bijak; Tiada kawan dan lawan Abadi, yang ada hanya kepentingan. (sr)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)