Sawahlunto

Ketua MUI Padang Panjang Sebut Silungkang Julukan Serambi Mekah Pertama

Warta Andalas | Jumat, 05 April 2019 - 21:20:36 WIB | dibaca: 182 pembaca

WARTA ANDALAS, SAWAHLUNTO - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) H. Zulhamdi, Lc, MA menyebutkan, Kecamatan Silungkang Kota Sawahlunto sebelum Indonesia merdeka diberi julukan “Serambi Mekah” sedangkan Kota Padang Panjang pada waktu itu digelar “Mesir di Pulau Sumatera,” karena memiliki banyak pesantren. Hal itu dijelaskan Zulhamdi saat memberikan tausiyah pada acara peringatan Isra Mi,raj Nabi Muhammad Saw di Masjid Agung Nurul Islam Kota Sawahlunto, Jumat (5/4).

Menurut Zulhamdi, besarnya pengaruh seorang ulama besar dari Silungkang bernama “Muhammad Shaleh,” wafat tanggal 29 Zulhijjah 1288 H dan juga merupakan Alumni Mekah, menjadikan Silungkang dijuluki Serambi Mekah.

“Setelah Indonesia merdeka baru Kota Padang Panjang disebut Serambi Mekah,” ujarnya.

Dalam catatan sejarah Faqih Said, penulis sosial pertama dari pribumi yang dimakamkan di Ampek Angkek sambung Zulhamdi diterangkan pula bahwa ulama tertua Kota Sawahlunto adalah “Tuanku Nan Shaleh” dari Talawi.

Tuanku Nan Shaleh kata Zulhamdi pernah diundang  pejuang Paderi, Harimau Nan Salapan berdiskusi menengahi perbedaan pendapat yang terjadi diantara mereka dengan gurunya “Tuanku Nan Tuo”. Kemudian Tuanku Nan Shaleh melakukan diskusi di Surau “Tuanku Pamasingan” di Koto Tuo Balai Lurah serta di Ampek Angkek lalu menginap selama 8 hari dan baru kembali ke Talawi.

“Ini menunjukkan Sawahlunto dahulu negerinya para ulama,” demikian isi ceramahnya dihadapan Walikota, Ketua MUI, LKAAM beserta ratusan ASN Pemko termasuk dari instansi vertikal.

Karenanya, Zulhamdi mengajak peserta wirid agar tidak melupakan sejarah. 

“Kalau ingin memusnahkan suatu bangsa maka lupakan mereka dengan sejarahnya begitupun bahasa ibu mereka sehingga seolah ia lahir seperti manusia biasa, hidup semaunya,” tambahnya mengutip pendapat ahli sosiolog.

Disamping pentingnya memberikan pendidikan agama terhadap anak, Zulhamdi menyeru umat islam mengaktifkan fungsi masjid sebagaimana dicontohkan nabi maupun ulama terdahulu di Sumatera Barat.

Sebelumnya Walikota Sawahlunto Deri Asta mengatakan, peringatan Isra Mi’raj sengaja disandingkan dengan wirid bulanan KORPRI.

“Apa yang kita lakukan hari ini jika ikhlas maka mendapat pahala dari Allah SWT,” kata Wako.

Menyangkut suasana perkembangan politik sekarang, Deri mengingatkan ASN ikut serta menstabilkan suhu politik bukan mempertinggi tensi politik kendati pegawai diberi kewenangan menggunakan hak pilih namun tetap memiliki keterbatasan.

“Saya menghimbau pegawai mempelajari regulasi yang ada,” pintanya.

Menutup sambutan, Deri berharap pelaksanaan Pemilu serentak tahun ini dapat berjalan baik dan sukses mewujudkan negara demokrasi.

Selain wirid, pada kesemapatanitu Walikota juga menyerahkan secara simbolis bantuan Al-Quran dari MUI Kota Sawahlunto untuk Pondok Tahfiz. (rf)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)