Sijunjung

Ketua DPRD Sijunjung Terpaksa Dibebaskan

Warta Andalas | Senin, 21 November 2016 - 14:43:01 WIB | dibaca: 1140 pembaca

WARTA ANDALAS, SIJUNJUNG - Polres Sijunjung terpaksa membebaskan Ketua DPRD Sijunjung Mukhlis R setelah digerebek warga karena berbuat mesum dengan istri sopir mobil dinas DPRD Sijunjung, Jumat (18/11) malam. Alasannya, belum ada pihak yang melaporkan kejadian itu ke kepolisian. 

Demikian dikemukakan Kapolres Sijunjung AKBP Dody Pribadi kepada Awak Media di Sijunjung, kemarin (20/11). Informasinya, Ketua DPRD Sijunjung itu sudah meninggalkan Sumbar. 

“Kita belum bisa melakukan penyelidikan terhadap kasus perbuatan mesum yang dilakukan keduanya. Sampai sekarang belum ada laporan baik dari pihak laki-laki (istri ketua DPRD) maupun pihak perempuan (suami YL alias DY),” kata dia.

Jika pihak laki-laki dan pihak perempuan melapor (delik aduan) kepada kepolisian, tambah dia, barulah kasus ketua DPRD bisa diproses secara hukum. Itulah sebabnya, seusai kejadian kepolisian hanya bisa mengamankan dan memulangkan keduanya.

Informasi yang diperoleh Awak Media dari sumber terpercaya, kemarin (20/11), Mukhlis R sudah berangkat ke Pulau Jawa.

“Pengakuan bersangkutan kepada saya saat dihubungi melalui telepon genggamnya tadi (kemarin, red), beliau (Mukhlis R, red) sudah berada di Pulau Jawa,” ungkap sumber Awak Media yang minta namanya tidak dikorankan, kemarin (20/11), sekitar pukul 15.00.

Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Sijunjung, Em Yasri mengatakan, DPRD segera menanggapi kasus yang melanda pimpinan DPRD tersebut dengan menggelar rapat bersama Badan Kehormatan (BK) DPRD Sijunjung.

“Direncanakan, besok (hari ini, red) kita bersama BK menggelar rapat. Apa pun hasilnya, kita laporkan ke partai bersangkutan,” sebut Em Yasri saat dihubungi wartawan, kemarin.

Ketua BK DPRD, Dasri Rajo Timbu saat dihubungi melalui telepon genggamnya kemarin, tidak mengangkat. Berulang kali dihubungi, Dasri Rajo Timbu tetap tidak mengangkat.

Tokoh masyarakat Sijunjung terus mendesak ketua DPRD mundur dari keanggotaannya di DPRD Sijunjung. Sebab, kasus asusila pimpinan DPRD Sijunjung ini sudah menjadi buah bibir seluruh masyarakat Sijunjung. Bahkan, media sosial tak henti-hentinya membahas perbuatan tercela wakil rakyat tersebut.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sijunjung, Hidayatullah mengatakan, kesalahan yang dilakukan Ketua DPRD Sijunjung harus dipertanggungjawabkan secara moral kepada seluruh masyarakat Sijunjung.

“Salah satu jalan terbaik yang harus dilakukan Mukhlis R, mengundurkan diri sebagai ketua dan anggota DPRD Sijunjung. Saya menyarankan Mukhlis R bertobat dan meminta maaf kepada seluruh masyarakat Sijunjung,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sijunjung, Epiradisman Dt Paduko Alam.

“Kita tidak bisa lagi menyembunyikan rasa malu atas peristiwa memalukan dan mencoreng nama baik Sijunjung serta institusi legislatif. Sebagai pejabat daerah, perbuatan itu memalukan kita semua, aib bagi Sijunjung. Istilahnya, tapanjek lansek larangan,” sebut Epiradisman.

Epiradisman kembali mendesak Mukhlis R mengajukan surat pengunduran diri dari keanggotaannya di DPRD Sijunjung. “Tidak hanya mundur sebagai pimpinan DPRD, tetapi harus mundur dari anggota DPRD, karena perbuatannya tidak bisa ditoleransi masyarakat,” tuturnya.

Wakil Ketua DPD I Partai Golkar Sumbar, Yulman Hadi ketika dihubungi Awak Media, tadi malam (20/11), menegaskan siap menjatuhkan sanksi tegas kepada Mukhlis R selaku politisi Partai Golkar.

“Bila terbukti, jelas sanksi tegas dijatuhkan kepadanya. Paling berat, tentu pemecatan dari jabatannya sebagai ketua DPRD Sijunjung, keanggotaan DPRD Sijunjung, dan bukan tak mungkin dikeluarkan dari Partai Golkar. Insya Allah dalam waktu dekat, kita akan turunkan tim investigasi ke sana,” ujar dia.   

Rumah Dinas Kosong

Setelah penggerebekan dua hari lalu, rumah dinas Ketua DPRD dan rumah dinas Pemkab yang dijadikan tempat mesum, terlihat kosong dan tertutup rapat. Hanya beberapa petugas Satpol PP berjaga-jaga di pos depan Rumah Dinas Ketua DPRD. 

Informasinya, rumah dinas Ketua DPRD Sijunjung itu sudah dikosongkan keluarga ketua DPRD terkait tuntutan warga yang meminta rumah dinas ketua DPRD dan rumah dinas pemda tersebut dikosongkan. Keduanya tak boleh  menampakkan diri di Kenagarian Muaro.

Menurut penuturan salah seorang warga di sekitar rumah dinas, barang-barang pribadi milik keluarga Ketua DPRD Sijunjung sudah diangkat dan dipindahkan pihak keluarga. 

“Setelah kejadian itu memang tidak ada lagi terlihat aktivitas di rumah dinas ketua DPRD tersebut, begitu juga rumah pemda yang ditempati YL alias DY,”sebut BN, 43, warga setempat.(ari)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)