Hukrim

Ketika Mahkotaku Itu Hilang Ditangan Tetangga

Warta Andalas | Jumat, 05 Juli 2019 - 18:46:28 WIB | dibaca: 10190 pembaca

WARTA ANDALAS, OKU SELATAN - Mirisnya pencabulan anak yang terjadi di OKU Selatan, pada Rabu (2/01/19) yang silam oleh “Y” (13), membuat Melati (nama samaran) seorang anak berusia 3 Tahun di desa Sidodadi Kecamatan Buay Pemaca kabupaten OKU Selatan harus kehilangan “mahkotanya” hingga mengalami sebuah tekanan batin.

Kasus pedofil ini terungkap  setelah Melati bercerita dan memperlihatkan luka memar ditubuh dan kemaluannya  yang berdarah kepada keluarga, atas apa yang dialaminya saat berada dirumah pelaku yang tidak lain adalah tetangga sendiri.

Tak ayal, keluarga segera memeriksakan Melati ke Puskesmas terdekat guna melakukan visum. Selanjutnya, keluarga melaporkan kasus ini kepada PPA Polres Oku Selatan dengan didampingi pengacara  Anwar,S.Sy, SH.

Anwar (KH) mendampingi kasus ini dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri cabang Baturaja hingga tuntas dan memastikan pelaku akan mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatnya.

Menurut Anwar, kasus ini tak selayaknya terjadi kepada anak anak dikarenakan mereka adalah generasi bangsa dan perlu pembinaan dan perlindungan serta bimbingan orang tua. Anwar juga sangat menyayangkan terjadinya kasus ini.

Kasus pedofil ini telah putus di PN Baturaja (PN Muaradua) pada Rabu, 26 Juni 2019. Pelaku kini telah dibina serta direhabilisasi LPKS Dharma Pala Kabupaten OI SumSel,  mengigat pelaku masih dibawah umur dan perlunya pembinaan terhadap pelaku agar tidak mengulangi perbuatannya.

Keluarga korban mengucapkan terimakasih pada penegak hukum terutama kepada bapak Anwar selaku kuasa hukum yang peduli atas kasus yang menimpa keluarganya.

Saat ini korban masih dalam masa terapi dan pengobatan medis guna memulihkan rasa ketakutan dan depresi serta trauma yang dialami akibat musibah yang menimpanya.

"Semoga saja kasus ini tidak terulang lagi kepada anak anak kita, disinilah gunanya pendidikan serta pendampingan orang tua dan pihak sekolahan agar mereka ditanamkan  nilai nilai moral dan agama,” ujar Anwar.

Dalam kasus ini baik korban dan pelaku dibina dan didampingi oleh pemerintahan kabupaten Oku Selatan. (tim)

 





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)