Purbalingga

Kerukunan Merupakan Aset Negara

Warta Andalas | Selasa, 23 Juli 2019 - 14:32:53 WIB | dibaca: 70 pembaca

WARTA ANDALAS, PURBALINGGA - Kerukunan khususnya dalam inter atau antar umat beragama saat ini merupakan aset bagi Negara. Sebab tanpa adanya kerukunan itu, Negara akan terancam keutuhannya. Hal itu disampaikan oleh Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi SE BEcon MM dalam acara Forum Kerukunan antar Umat Beragama (FKUB) yang bertemakan ‘Membangun Keberagaman dan Kemakmuran Bangsa Indonesia Pasca Pemilu Serentak 2019’, Selasa (23/7) di Pendopo Dipokusumo.

“Kerukunan saat ini menjadi aset Negara, persatuan dan kesatuan juga aset negara di tengah kemungkinan adanya oknum pemecah belah persatuan dan kesatuan, pemecah belah kebhinekaan bangsa. Sudah tentu menjadi tugas bersama agar NKRI dan Ideologi Pancasila harus betul-betul kita jaga sampai titik darah penghabisan,” ungkapnya di hadapan berbagai pemeluk agama di Purbalingga ini.

Ia berharap agar kebersamaan, melalui FKUB ini memiliki peran yang strategis. Khususnya sebagai media wahana untuk berkomunikasi antar sesama pemeluk agama, sehingga diharapkan toleransi antar umat beragama bisa terjaga, termasuk jika ada perselisihan antar umat beragama melalui FKUB ini bisa diselesaikan.

“FKUB memiliki peran sentral dalam kehidupan beragama di Purbalingga,” katanya.

Bupati mengucakan syukur atas agenda pemilu serentak yang telah berlangsung aman lancar sukes dan kondusif. Baik Pemilihan Presiden maupun Pemilihan Legilatif Kabupaten Purbalingga yang telah ditetapkan calon terpilihnya, Senin (22/7) malam lalu. Ini tidak terlepas dari peran seuruh komponen masyarakat termasuk FKUB yang selama ini berperan aktif menjaga kondusifitas wilayah dalam rangka penyejuk di tengah masyarakat.

Melalui kesempatan ini, bisa disadari bahwa Indonesia adalah Negara yang berbhineka, berbagai etnis agama budaya, bahasa dll. Menurut Bupati sejatinya perbedaan ini tidak membuat kita berbeda, tapi ini menjadi sesuatu yang unik indah dan juga menyatu.

“Tidak beda dengan Purbalingga, termasuk kabupaten yang multicultural, beragam agama, budaya dan etnis dll. Tetapi perbedaan ini tidak membuat kita beda, justru ini kekhasan kita yang seharusnya menyatu,” katanya.

Bupati menyatakan siap untuk mendorong dan memfasilitasi setiap kegiatan dari FKUB selama itu positif. Sebaliknya, ia juga berharap agar apa yang jadi program Pemda khususnya di bidang pembangunan, pemerintahan dan kemasyarakatan bisa disengkuyung bersama agar saling bersinergi.

Sementara itu, Ketua FKUB Kabupaten Purbalingga Drs H Noor Isja menyampaikan belajar dari Founding Father Negara Indonesia ini bahwa untuk membangun kemakmuran bangsa dibutuhkan kebersamaan. Ia berharap melalui acara ramah tamah yang dihadiri tokoh masyarakat, tokoh berbagai pemeluk agama dan tokoh pemerintahan bisa menjadi momentum setelah adanya Pemilu untuk membangun kebersamaan kembali.

“Menjadikan kita mampu ciptakan kerukunan secara maknawi dan hakiki. Ini harapan yang kita kemukakan, sehingga bangsa Indonesia, khususnya Purbalingga di bawah pimpinan Bupati dan Forkopimda mampu gerak cepat menciptakan rasa aman, nyaman dan sejahtera dan kita menjadi masyarakat yang mantep sebagai bangsa memiliki Pancasila menghayati kebhinekaan, pegang teguh UUD 1945 dan mempertahankan NKRI, sehingga menjadi  contoh yang baik bagi bangsa yang lain,” lanjutnya.(Gn/Humas)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)