Purbalingga

Kepesertaan BPJS Buruh Pabrik DI Purbalingga Baru Mencapai 17,32 %

Warta Andalas | Jumat, 21 Februari 2014 - 17:51:39 WIB | dibaca: 2284 pembaca

Sutrisno, Kepala BPJS Kabupaten Purbalingga

WARTA ANDALAS, PURBALINGGA - Jumlah kepesertaan BPJS di Purbalingga yang berasal dari Buruh Pabrik masih tergolong rendah. Hal ini terlihat dari data kepesertaan program Jamsostek sebesar  4.940 orang dari 27.941 orang atau sekitar 17,32 %.

Menurut Kepala Cabang BPJS Purbalinga Sutrisno mengatakan kepesertaan BPJS berdasarkan kepesertaan jamsostek kesehatan pada tahun 2013. Secara otomatis karyawan/buruh yang mengikuti Jamsostek Kesehatan akan tercatat di BPJS Kesehatan. Jum’at (21/2)

Sedikitnya kepesertaan BPJS hal ini menurut Sutrisno dikarenakan buruh atau pemilik perusahaan belum memahami seberapa besar manfaat dari ikut BPJS kesehatan. “ Ada pemahaman yang keliru tentang BPJS ini, karena sesuai UU No.40 Tahun 2014 tentang JKN menyebutkan bahwa pembayar premi JKN adalah perusahaan sebesar 4% dari gaji dan buruh sebesar 0,5% dari gaji setiap bulannya. “tambah Sutrisno.

Pembayaran 4,5 persen sampai dengan Juni 2015 sedangkan mulai 1 Juni 2015 menjadi 5 % dari gaji yakni 4% dari perusahaan dan 1 % dari buruh. Kalau diitung dari UMK Kabupaten sebesar 1,023 jt maka perusahaan akan membayar setiap bulannya Rp. 40.920,- sedangkan buruh membayar Rp. 5.115 ,- atau kalau ditotal menjadi Rp. 46.035,- .

“Jumlah premi tersebut untuk menjamin sebanyak 5 orang yang terdiri dari ayah ibu dengan 3 orang anak dan tahun 2015 semua perusahaan di Purbalingga wajib menjadi peserta BPJS” kata Sutrisno.

Konselor BPJS Cabang Purwokerto, dr. Hesti menambahkan sedikitnya kepesertaan BPJS di Purbalingga dikarenakan ada dua aspek. Yang pertama perusahaan selama ini hanya menjaminkan karyawanannya dengan Jamsostek Ketenagakerjaan bukan jamsostek Kesehatan. Jamsostek ketenagakerjaan hanya menjamin karyawan atau buruh apabila terjadi kecelakaan saat kerja.

“ Sedangkan jaminan kesehatan masih dipegang oleh perusahaan, yang kedua adanya pemahaman buruh tentang pembayaran premi sebesar Rp. 25.500,- per jiwa per orang. Kalau dipikir ini sangat memberatkan bagi buruh, contohnya jika seorang buruh mempunyai 4 orang keluarga maka harus mengeluarkan sebesar Rp.102.000,- perbulan, padahal cuma bayar 4,5% dari gaji perbulan (UMK)” kata Hesti

Hesti berharap semua perusahaan agar mengikutsertakan buruhnya seluruhnya tidak secara bertahap karena kalau tidak akan membuat kecemburuan terhadap masing-masing buruh.

Terkait masalah pelayanan kesehatan hampir sama dengan pelayanan pada saat masih dipegang oleh PT Askes. Perbedaan hanya pada pembayaran obatnya, kalau saat di PT ASKES berdasarkan pada DPHO (Daftar Perincian Harga Obat) sedangkan BPJS mengunakan system pembayaran paket perdiagnosis. Aturan ini berdasarkan pada peraturan kementrian kesehatan (permenkes) yang mengatur masalah pelayanan, tariff dan harga obat. Untuk harga obat diatur dalam permenkes formularium nasional (fornas)

“ Fornas mengatur kandungan obat dan untuk merk obat diatur dengan ekatalog” tambah Hesti

Untuk mendukung pelaksanaan BPJS di Purbalingga, Pemkab dalam hal ini Bagian Humas Setda Purbalingga bekerjasama dengan BPJS akan mengadakan sosialisasi kepada Kepala desa, lurah camat dan SKPD terkait. Pelaksanaan sosialisasi akan dilaksanakn pada Hari Selasa tanggal 25 Maret 2014.

Menurut Kabag Humas, Rusmo Purnomo pelaksanaan sosialisasi sangat penting untuk menjaga seluruh masyarakat Purbalingga dari kesakitan, dan harapannya adalah pada tahun 2019 seluruh masyarakat Purbalingga telah terjamin semua kesehatannya. Dengan filosofis yang sehat membantu yang sakit.

 “Acara Sosialiasi ini akan dikuti sebanyak 302 orang , bertempat di Pendopo Dipokusumo. Acara juga akan di buka oleh Bupati Purbalingga, untuk itu saya berharap kepada semua kades dan lurah untuk hadir pada acara tersebut. Dengan begitu masyarakat Purbalingga paham betul dengan Jaminan Kesehatan Nasional lewat sosialisasi atau gethok tular di tingkat desa atau kelurahan” pungkas Rusmo. (dy)

Berikut daftar perusahaan yang  yang terbesar dengan karyawan 500 orang keatas yang belum Ikut BPJS

1.       Royal Korindah PT

2.       Indokores Sabahat PT

3.       Shung Shim Internasional PT

4.       Shung Chang Indonesia PT

5.       Hyup Shung Indonesia PT

6.       Boyang Industrial PT

7.       Midas Indonesia PT

8.       Milan Indonesia PT

Perusahaan yang sudah mengikutsertakan seluruh karyawannya

1.       Mitra Karya Tri Utama PT

2.       BIntang Mas Triyasa PT

3.       Wana Makmur Sejahtera PT

4.       Kompo Motor CV

5.       Slamet Langgeng PT

6.       Owabong PD





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)