Sawahlunto

Kepala Kesbangpol Minta Kepala Desa dan Lurah Awasi Setiap Pendatang

Warta Andalas | Rabu, 13 November 2019 - 18:36:52 WIB | dibaca: 10119 pembaca

WARTA ANDALAS, SAWAHLUNTO - Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik dan Penanggulangan Bencana Daerah (Kesbangpol dan PBD) Kota Sawahlunto, Adriyusman  menghimbau Kepala desa dan lurah untuk tidak membiarkan begitu saja pendatang luar masuk seenaknya ke wilayah tertorial kades/lurah tanpa meminta izin terlebih dahulu.

Hal ini menurutnya sebagai upaya mencegah sejak dini munculnya keresahan di kalangan masyarakat meskipun yang datang itu memberikan pengajian.

"Jangan sampai orang luar datang memberikan ceramah lalu setelah itu warga kita berbenturan, akhirnya kita juga menyelesaikan," kata Kepala Kesbangpol dan PBD Adri Yusman, dihadapan 37 orang kades/lurah pada acara sosialisasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Sawahlunto di Hotel Ombilin Kota Sawahlunto,  Rabu (13/11).

Selanjutnya sambung Mantan Camat Silungkang itu,  segala sesuatu sudah ada diatur pemerintah dan tidak boleh melakukan perbuatan seenaknya saja hingga dapat memicu keresahan termasuk pendirian rumah ibadah yang dulu sempat meresahkan warga.

"Tanya tujuan kedatangan mereka ke kampung kita,  jangan dibiarkan begitu saja," pintanya.

Terkait keberadaan FKUB, Pemerintah Kota sebut Adri Yusman, disamping memberikan telah menyediakan fasilitas anggaran pun terus mendorong organisasi FKUB agar selalu memberikan sosialisasi kerukunan kepada masyarakat.

"Kegiatan FKUB sebenarnya sudah merupakan penjabaran visi misi pertama Pemko Sawahlunto," tutupnya.

Sementara itu,  Ketua FKUB Kota Sawahlunto, Adi Muaris menghimbau desa/lurah supaya melaporkan secepat mungkin jika ada beredar faham atau aliran meresahkan.

Menurutnya kades/urah, ketua RW/RT beserta kepala dusun lebih banyak bersentuhan langsung dengan warganya dan mengetahui kondisi ril di lapangan.

Saat ini terang Pria yang akrab dipanggil keseharian dengan nama “Mamak,” Kota Sawahlunto yang multi etnik masih berada dalam keadaan kondusif, aman hingga kini dan tidak ada gejolak di tengah-tengah umat seperti dialami daerah lain.

"Peran bapak/ibu sangat kami harapkan menjaga Tri Kerukunan, yakni inter umat beragama, antar umat beragama serta umat beragama dengan pemerintah," pungkasnya.

Turut memberikan materi, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sawahlunto. (rf)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)