Agam

Kembangkan Potensi Pariwisata, Pemkab Agam Terus Gali Ide Kreatif

Warta Andalas | Sabtu, 20 Januari 2018 - 07:03:52 WIB | dibaca: 112 pembaca

WARTA ANDALAS, AGAM - Pemerintah Kabupaten Agam,  tengah gencar mengembangkan objek wisata, untuk mendorong peningkatan perekonomian masyarakat. Untuk pengembangan potensi objek wisata tersebut, dituntut peran maksimal Wali Nagari dan untuk memotivasi seluruh wali nagari di kabupaten Agam diboyong ke daerah lain untuk mencari inspirasi, agar lahir ide-ide kreatif dalam pengembangan objek wisata dan  bisa dilaksanakan dengan baik.

Kunjungan yang dipimpin Wakil bupati Agam H. Trinda Farhan Satria, Dt. Tumangguang Putiah tersebut, sasarannya ke Agro Wisata Puncak Tonang Lubuak Sikapiang, Kabupaten Pasaman, Kamis (18/1).

Pada kesempatan itu, Trinda Farhan Satria mengatakan, pihaknya sengaja mengajak Wali Nagari studi banding, dan sekaligus bersilaturahmi. Tujuan utamanya agar walinagari bisa menggali inspirasi dalam berbagai pengembangan di Kabupaten Pasaman.

"Saat kunjungan ke Puncak Tonang, semua destinasi masih dalam proses, masih kelihatan bentuk aslinya seperti apa, sehingga diproses menjadi destinasi wisata yang menarik," ujarnya.

Terkait kunjungan, ditanya komentar walinagari di wilayahnya banyak lahan yang berpotensi untuk dikembangkan.

"Di mana, Puncak Tonang lahan seluas 20 hektar tersebut digarap, dan diolah, kemudian dikomunikasikan dengan pihak luar, sehingga pembangunannya saat ini sudah mencapai 20 persen," ujarnya.

Dikatakannya, di Agam wisatanya dengan slogan "Agam Pesona yang Beragam", bahkan memiliki Sumber Daya Alam (SDA) terlengkap di Sumatera Barat, yang saat ini butuh inspirasi lebih untuk melakukan pengembangan, terutama inspirasi dari walingari.

"Agam SDA nya indah, dan lengkap, sehingga menjadi salah satu lokomotif menggerakkan ekonomi masyarakat, bahkan setiap nagari di dorong memiliki disetinasi wisata unggulan, dan saat ini sudah mulai tumbuh," ujarnya pula.

Dengan demikian, Pemkab Agam memboyong walinagari untuk berkunjung ke daerah lain yang ada di Sumbar. Itu skalanya masih kecil, yang masih dalam pembangunan, ternyata komentar walinagari banyak di wilayahnya lahan berpotensi, hanya tinggal digarap.

"Kita ingin mendorong pengomptimalan pemanfaatan potensi yang ada, banyak view menarik di Agam yang belum optimal, tetapi ketika ada sentuhan sedikit inovasi, maka nilai ekonomis masyarakat bisa melejit, itu yang kita harapkan dari walinagari," kata Trinda.

Sementara itu, Koordinator lapangan Agro Wisata Puncak Tonang John Meiry mengatakan, berdasarkan ambisi owner, lahan seluas 20 hektar tersebut, disulap menjadi Agro Wisata yang mempotensikan lahan tidur menjadi nilai ekonomis, di situ tersedia kuliner, taman buah, taman bunga, dan permainan.

"Sebenarnya owner sudah lama ingin membangkitkan perekonomian, dan mempotensikan SDA yang ada, karena selama ini berada di rantau, maka baru setahun ini bisa terealisasi keinginannya itu," ujarnya.

Dikatakan, pembangunan Agro Wisata tersebut, mendapat dukungan penuh dari pemerintah, dan sampai saat ini berbagai kegiatan pembangunan berjalan lancar, bahkan untuk pembangunan jalan owner bekerjasama dengan petani sekitar.

"Agro Wisata itu dibangun sudah setahun, dan wisatawan sudah mulai berkunjung baik lokal maupun daerah lain," ujarnya pula.

Lebih lanjut dikatakannya, terkait wisata kuliner, pihaknya memberikan kesempatan bagi masyarakat luas untuk bergabung, tentu dengan seleksi yang ketat. "Kita pun sebenarnya kuliner tidak terkenal di Sumatera saja, tapi mungkin bisa mendunia," kata John.

Pembangunan Agro Wisata ditargetkan empat tahun selesai, saat ini baru 20 persen. "Kalau biaya saya kurang mengetahui, tapi yang pastinya tentu di owner, dan sumber air agak jauh dari sini, tapi nanti dibuat akses untuk masuk, namun kita saat ini masih terfokus untuk pembangunan taman," jelasnya. (khw)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)