Dharmasraya

Kejari Dharmasraya Bidik Pembangunan Ruang Terbuka Hijau

Warta Andalas | Jumat, 07 September 2018 - 02:03:43 WIB | dibaca: 459 pembaca

WARTA ANDALAS, DHARMASRAYA –Kejaksaan Negri Dharmasraya Sumatera Barat, tengah melakukan penyelidikan terhadap pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang dilaksanakan oleh PT. Mekar Jaya Pratama, yang dimulai tahun 2017 silam menggunakan APBN senilai lebih kurang mencapai Rp.4 Milyar.

Sebelumnya, proyek tersebut digadang-gadang akan menjadi Iconon daerah itu, namun dalam pelaksanaannya justru menuai masalah.

Hasil pantauan di lapangan beberapa hari ini, terlihat sejak hari Senin (04/09) hingga Selasa (05/09), tim Kejaksaan Negeri Dharmasraya bersama tim teknis Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat setempat, sedang melakukan cek fisik serta tanaman taman dan bangunan RTH yang diberi nama Ruang Terbuka Hijau Simpang Silago, yang di duga tidak sesuai dengan spek serta anggaran banguanan.

Diduga, pemeriksaan RTH oleh pihak penyidik Kejaksaan tersebut, terindikasi adanya kerugian Negara.

Hal itu terlihat dari kondisi pembangunan yang secara kasat mata terlihat tak sesuai spesifikasi. Mulai dari lukisan tiga dimensi di dinding gedung RTH hingga taman. Dimana, pengukuran bobot kerja yang dilakukan oleh pihak PU itu akan dikirimkan kepihak BPKP Sumbar.

"Kami hanya diminta oleh pihak Kejaksaan untuk membantu melakukan cek fisik pembangunan RTH ini," kata Nedi Wahyudi, tim teknis dari Dinas PU Dharmasraya, Rabu (05/09).

Dirinya menyebutkan, bahwa pengecekan dilakukan bukan hanya dibidang fisik saja, namun juga hingga pengecekan tanaman yang ada ditaman.

"Sudah dua hari kita lakukan cek lapangan, sejak hari Selasa hingga Rabu ini," katanya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negri Dharmasraya, Hari Wahyudi saat dikonfirmasi melalui Kasi Intel, Ridwan Jhoni, SH, MH terkait cek fisik RTH oleh kejaksaan yang melibatkan tim teknis dari Dinas PU yang juga menghadirkan pihak kontraktor serta Konsultan pengawas itu, membenarkan hal tersebut.

"Kami dari tim Kejaksaan Negri Pulau Punjung bersama Tim PU yang kami minta lakukan cek fisik sejak hari Selasa kemaren. Apa ini nanti ada dugan kerugian anggaraan negara atau tidak, kita lakukan penyilidikan,”  katanya, via telphon genggam.

Sementera itu, Konsultan pengawas, Gustian Darma, ketika ditemui awak media menyebutkan, bahwa pihaknya hanya diminta oleh pihak Kejaksaan untuk melakukan cek fisik pembangunan RTH.

"Kita hanya diminta untuk membantu, dan soal untuk apa dilakukan pengecekan, kita tau," katanya, singkat.

Sementara itu, yang diduga tim pelaksana YD, saat dikomfismasi awak media usai melakukan pengukuran fisik bangunan RTH, terkesan menghindar dan bersembunyi dari kejaraan awak media, saat di lapangan Ruang Terbuka Hijau. (tim)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)