Batusangkar

Kecurigaan Dokumen Palsu yang Direkayasa Untuk Penerimaan Honorer di RSUD Batusangkar

Warta Andalas | Kamis, 16 Februari 2017 - 13:46:27 WIB | dibaca: 154 pembaca

WARTA ANDALAS,TANAH DATAR - Penerimaan pegawai honorer di RSUD Prof.DR. MA Hanafiah SM Batusangkar , Kabupaten Tanah Datar, yang diduga bermasalah ternyata kian memanas.

Dugaan dengan adanya suatu permainan dalam seleksi penerimaan pegawai non PNS pada tanggal 31 Desember 2016 lalu, terkuak dengan adanya rekayasa dokumen yang diduga kuat dipalsukan demi meloloskan peserta untuk formasi tenaga radiologi.

Mulai adanya Kecurigaan dokumen palsu tersebut. Seperti Nitria Burharianti, A.Md, Rad dengan nomor 0017, yang dinyatakan lulus dalam seleksi tersebut. Padahal yang bersangkutan tidak pernah sama sekali belajar dan praktik di RSUD Prof. DR. MA Hanafiah, bahkan dokumen pengalaman kerja yang digunakan Nitria, dikeluarkan langsung oleh kepala Ruang Radiologi, Suanto, Dipl. Rad. S.St, sebab Nitria merupakan kerabat dekat Bupati Tanah Datar, Irdinansyah Tarmizi.

Selanjudnya Astari Ramadhani, A.Md, Rad dengan nomor 0223, ini juga dicurigai dengan menggunakan dokumen palsu yakni Surat Pengalaman Kerja orang lain yang dikeluarkan RSI Siti Rahmah Padang, dengan cara dicopy scan. Sementara itu pihak RSI Siti Rahmah tidak pernah mengeluarkan Surat Pengalaman Kerja dengan nomor surat 001/SDM/RSI-SR/I/2017 perihal Konfirmasi Status Karyawan, tertanggal 03 Januari 2017, yang ditujukan kepada HRD RSUD Prof. DR. MA Hanafiah Batusangkar.

Namun selang beberapa hari kemudian, pihak RSI Siti Rahmah, membatalkan pernyataan tersebut dengan menerbitkan surat bernomor 002/DIR/RSI-SR/I/2017, yang menjelaskan bahwa Surat Keterangan Pengalaman Kerja atas nama Astari Ramadhani, terdapat kekeliruan. Surat tersebut ditujukan langsung kepada ketua DPRD Kabupaten Tanah Datar. Ternyata kuat dugaan Astari Ramadhani, keluarga dekat Direktur RSUD Prof. DR. MA Hanfiah.

Lebih lanjut dengan dokument Rafki Ghani, A.Md, Rad nomor ujian 0048, juga merupakan kerabat dekat Bupati, sehingga yang bersangkutan dapat diluluskan walaupun pengalaman kerja belum genap dua tahun. Sementara itu Direktur RSUD Prof. DR. MA Hanafiah, Dr. H. Afrizal Hasan,mengatakan sangat membantah keras semua tuduhan tersebut,

“Semua yang dilakukan dalam penerimaan tersebut sudah sesuai prosedur. Ini  hanya permainan orang  dalam yang sengaja menghembuskan hal ini ke media, kebetulan saja kerabatnya tidak lolos seleksi. Saya sudah capek mengurusi hal ini. Mulai dari dipanggilnya saya oleh DPRD, sampai saya dilaporkan ke Ombudsman. Semua sudah saya sampaikan sesuai dengan hasil dari seleksi. Bukan ranah saya untuk memeriksa kelengkapan para peserta. Kami hanya menerima apa yang di lakukan oleh panitia pelaksana. Artinya, secara administrasi mereka yang lolos sudah lengkap, lagi pula surat keterangan tersebut merupakan wewenang Kepala Radiologi, tidak ada sangkut pautnya dengan saya. Namun seandainya Bupati tidak berkenan lagi dengan saya, saya siap dicopot dari jabatan saya,” ujar Afrizal kepada Media Kamis(16/2) melalui selulernya.

Dilain pihak Suanto selaku Kepala Radiologi juga membantah akan hal yang dituduhkan kepada dirinya. Keterangannya “yang saya keluarkan itu bukan surat pengalaman kerja, namun hanya surat bahwa yang bersangkutan sementara ini membantu kegiatan di Radiologi. Untuk apa ilmunya kalau tidak dimanfaatkan. Dan yang bersangkutan sejak tamat sekolah, sudah berada disini, bahkan bahkan pernah praktek di rumah sakit ini,” kata Suanto

Lebih lanjut dijelaskan Suanto, mengenai peserta 0017 (Nitria Burharianti-red, sudah sering membantu di radiologi, bahkan sudah mendapat izin kepala bidang. “Karena sudah ada izin kepala bidang, saya rasa tidak perlu lagi rekomendasi Direktur,” elak Suanto kepada mediaMirisnya saat didesak kapan tamat dan prakteknya peserta 0017, Suanto tidak dapat menjawab apa-apa, bahkan terkesan menyembunyikan sesuatu. Sejak terkuaknya kasus ini,  sistem dirumah sakit ini berubah total, tidak seperti dulu lagi. Memang pertukaran untuk seluruh bidang sudah merupakan hal yang biasa, namun sejak semua kebijakan berada dibawah naungan Direktur, walau sekecil apapun jelas membuat tidak nyaman bagi kami  dengan keputusan itu,” ucap salah satu pegawai RSUD Prof. DR. MA Hanafiah kepada kepada media, yang tidak mau disebutkan namanya tersebut.(RDA)

 

 





Komentar : 1
obat darah kental orang dewasa
16 Februari 2017 - 15:41:42 WIB
senangnya ilmu semakin bertambah
<<< 1 >>>


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)