Purbalingga

Karu dan Karom Dituntut Cepat Beradaptasi

Warta Andalas | Kamis, 12 Juli 2018 - 15:04:03 WIB | dibaca: 92 pembaca

WARTA ANDALAS, PURBALINGGA - Ketua Regu (Karu) dan Ketua Rombongan (Karom) diharapkan agar segera bisa beradaptasi dengan jamaah yang dipimpinnya. Hal itu yang disampaikan Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh Ratmono saat menyampaikan sambutan dalam kegiatan Pembekalan Ketua Regu dan Ketua Rombongan Haji di AulaUswatun Hasanah Kantor Kementerian Agama Purbalingga, pada Rabu (11/7).  Iaberharap pelaksanaan tugas dan fungsi Karu/Karom tahun ini lebih bagus dari tahun-tahun sebelumnya.

"1 Karu membawahi 10 jamaah. 1 Rombongan membawahi pasukan 4 regu. Jadi, secara otomatis 1 rombongan ada 45 jamaah haji. Ada rombongan tertentu di kloter 89 penggenapan tambahan dari kabupaten Banyumas. Dengan demikian menambah ta'aruf dan kawan. Karu/Karom diharapkan segera bisa beradaptasi," ungkap Ratmono.

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga secara marathon melaksanakan berbagai bimbingan kepada para Calon Jamaah Haji. Hal ini dalam rangka mewujudkan cita-cita menjadikan Jamaah Haji Purbalingga yang mandiri. Dimulai dari pelaksanaan Bimbingan Manasik Haji tingkat kecamatan (02-07/07), Bimbingan Manasik Haji tingkat Kabupaten (09-10/07), hingga Pembekalan Tugas Ketua Regu (Karu) dan Ketua Rombongan (Karom) di Aula Uswatun Hasanah Purbalingga, Rabu s.d. Kamis (11 – 12/07).

Kegiatan pembekalan diikuti oleh 65 orang Karu/Karom dan 16 petugas TPHI (Tim Pemandu Haji Indonesia), TKHI (Tim Kesehatan Haji Indonesia), dan TPHD (Tim Pemandu Haji Daerah). Bertindak selaku narasumber Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga Karsono, Kasubbag TU Ahmad Muhdzir, Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh Ratmono, dan dr. Gunawan Santosa dari RSUD Goeteng Taroenadibrata Purbalingga.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Karsono dalam pembekalannya  mengajak kepada Karu dan Karom untuk mengenali diri dan tugasnya.

"Keberhasilan jamaah dalam meraih haji mabrur tergantung dari petugasnya. Siapapun yang menjadi Karu/Karom harus menciptakan keuntungan bagi diri dan jamaahnya. Diantaranya Karom hafal nama Karu beserta anggotanya agar terjalin komunikasi yang baik," ujar Karsono.

Karsono juga memaparkan langkah-langkah optimalisasi Karu Karom. Ia mengatakan ada 5 langkah yang dilaksanakan.

“Yang pertama, pemberian motivasi bahwa sebagai Karu/Karom adalah tugas tambahan yang mulia yang beroleh pahala. Kedua, Pemberian stimulan Karom SAR 300 dan Karu SAR 100. Ketiga, pengenalan terhadap tugas-tugas Karu/Karom. Keempat, bekali dengan perangkat pengendali yang mudah dipahami dan digunakan”, pungkas Karsono. (PI-9)


 





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)