Lintas Provinsi

Kapolda Baru Babel Diharap Mampu Tertibkan Dugaan TI Apung Ilegal

Warta Andalas | Kamis, 22 November 2018 - 00:04:02 WIB | dibaca: 157 pembaca

WARTA ANDALAS, PANGKALPINANG – Tampaknya, aparat hukum tidak berdaya menghadapi para penambang TI Apung yang beroperasi di wilayah perairan laut pasir padi dan Batu Belubang.

Pasalnya, semakin hari  jumlah penambang TI Apung semakin bertambah banyak, bahkan diperkirakan hampir mencapai ribuan penambang TI Apung mengepung lokasi tersebut.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun oleh Pewarta HPI Babel, jumlah para penambang yang terus bertambah itu ada berasal dari para penambang Ti Apung di perairan laut Selindung Mentok Bangka Barat, Kolong Mayat, Kerap desa Ketap Jebus, dan Desa Rambat Mentok, yang ditertibkan oleh aparat hukum beberapa waktu lalu.

Walaupun warga Pangkal Pinang sempat mengeluhkan aktivitas penambangan TI Apung menimbulkan sendimentasi lumpur di ujung sepadan pantai Tanjung Bunga dan  sekarang berdampak mencemari sepadan pantai wisata kota Pangkalpinang, terkesan aparat terkait tutup mata dengan kegiatan TI Apung di perairan pantai batu belubang dan Sampur Kabupaten Bangka Tengah.

"Kami la malek ngomong e, mese gek yang memback-up  TI Apung disane oknum aparat, sementara yang begawe disitu bukan urang kampung sini tapi banyak urang  dari Selapang Pelimbang, tapi  tolong ikak wartawan jangan tulis nameku ok," ungkap W warga Air Itam Pangkalpinang yang berprofesi sebagai nelayan, yang tidak mau namanya dicantumkan, Senin (21/11/2018).

Sendimentasi lumpur kian hari tampak menebal di bebatuan karang sepadan pantai Tanjung Bunga Pasir Padi dan bebatuan talud pembatasan pemecah gelombang pantai Pasir Padi. Jika terinjak pada air laut surut sudah mulai terasa lumpur menebal di dasarnya. Apakah Pemda hanya diam saja, padahal perlu diingat Pantai Pasir Padi adalah satu-satunya aset wisata pantai yang dimiliki Pemerintah Kota Pangkalpinang dan  menjadi kebanggaan warga kota Pangkalpinang.

Informasi hari ini, sempat terdengar terjadi keributan antara para penambang dengan masyarakat setempat, namun belum diketahui apa penyebabnya.

"Jika para penambang Ti Apung terus bertambah, dikhawatirkan akan terjadi konflik antar para penambang dengan penduduk setempat. Untuk itu, Polda Babel dan aparat terkait segera menerbitkan aktivitas penambangan di perairan tersebut," kata Amir, Wandan Resimen Yudha Putra XXIX PPM Babel, tadi sore usai melihat secara langsung pencemaran sepadan.

Terkait informasi keributan ini, Pewarta HPI Babel masih berupaya menghimpun informasi tersebut untuk mengecek kebenaran informasi tersebut. Semoga dengan kepemimpinan Kapolda Babel yang baru, masyarakat mengharapkan ada tindak tegas untuk menertibkan para penambang Ti Apung  yang diduga ilegal. (tim/hpi)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)