Pendidikan

Kantor Perpustakaan Pasaman Gelar Workshop Menulis Cerpen

Warta Andalas | Rabu, 24 September 2014 - 17:51:26 WIB | dibaca: 1450 pembaca

Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Kabupetan Pasaman, Abdul Asmi, S.H bersama instruktur dan pemenang lomba menulis cerpen. Kantor Perpustakaan dan Arsip setempat menggelar Workshop dan Lomba Menulis Cerpen Tingkat Pelajar dan Umum, Selasa (23/9). (Foto: IST.)

WARTA ANDALAS, LUBUK SIKAPING – Pemerintah Kabupaten Pasaman lewat Kantor Perpustakaan dan Arsip setempat menggelar Workshop dan Lomba Menulis Cerpen Tingkat Pelajar dan Umum, Selasa (23/9). Kegiatan itu diikuti puluhan guru dan pelajar di daerah itu.

Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Kabupetan Pasaman, Abdul Asmi, S.H., mengatakan, Workshop dan Lomba Menulis Cerpen itu salah satu kegiatan dari sejumlah kegiatan yang dilaksanakan Kantor Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Pasaman.

“Kegiatan lain, di antaranya Lomba Bercerita Bagi Murid SD/MI, Lomba Pidato Bahasa Inggris Tingkat SLTP dan SLTA,” kata Abdul Asmi.

Tampil sebagai instruktur dan juri lomba cerpen, yaitu Muhammad Subhan (penulis dan pegiat Forum Aktif Menulis Indonesia), Kurnia Hadinata (penulis dan Guru SMP Negeri 2 Panti), dan Arbi Syafri Tanjung (penulis dan pegiat Komunitas Roemah Sastra Bonjol).

Pada kesempatan itu, ketiga narasumber berbagi motivasi dan kiat tentang penulisan cerpen, terutama terkait mengolah ide cerita, menulis judul yang menarik, membuat kalimat pembuka (lead) yang ‘nendang’, membangun karakter tokoh, menghidupkan konflik, dan membuat ending yang menarik.

“Peserta sangat antusias, diskusi hidup, dan mereka juga senang ditugaskan menulis cerpen dan langsung dilombakan di hari yang sama,” ujar Muhammad Subhan dengan materi “Editing Itu Penting”.

Menurut Muhammad Subhan, banyak ide menarik yang ditulis penulis pemula, baik karyanya dikirim ke media massa maupun untuk mengikuti kompetisi-kompetisi kepenulisan tetapi kurang memerhatikan editing. Naskah yang dikirim cenderung ditulis buru-buru, banyak terjadi kesalahan ketik dan kesalahan EYD.

“Padahal, walaupun ide cerita bagus tetapi cara penulisan kurang bagus atau kurang memerhatikan editing, tetap akan ditolak oleh redaktur maupun juri lomba,” jelas Muhammad Subhan.

Usai workshop, seluruh peserta diberi kesempatan selama lebih kurang dua jam menulis cerpen. Tujuannya untuk melihat kemampuan mereka setelah dibekali workshop seharian itu.

Setelah melalui tahapan seleksi yang dilakukan ketiga instruktur yang terlibat menjadi juri, maka dipilih 10 cerpen terbaik, masing-masing diraih Febi Riski Yumara (SMAN 1 Lubuk Sikaping), Mimi Artati (SMPN 2 Panti), Melia Roza (SMAN 1 Bonjol), Peni Kurnia (SMAN 1 Lubuk Sikaping), M. Irsan Efendi (SMAN 1 Lubuk Sikaping), Nadifa Khansa (SMPN 1 Padang Gelugur), Desmita (SMAN 1 Bonjol), Wafiq Azizah (SMPN 1 Lubuk Sikaping), Masda Lelin Tirta (SMAN 1 Duo Koto), dan Yora Amelia (SMPN 2 Lubuk Sikaping). (rel)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)